BI Banten Kolaborasi Dengan PPATK Dorong Penerapan APU PPT

91
Foto/Gambar Layar

SERANG, EKBISBANTEM.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berupaya mendorong penerapan Anti Pencurian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di wilayah Banten.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto mengatakan, selain mengancam kedaulatan negara dampak dari APU PPT juga mengancam stabilitas perekonomian dan integritas sistem keuangan.

“Oleh karena itu perlu adanya edukasi dan sosialisasi terhadap jumlah Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di Provinsi Banten. Hal ini dilakukan guna mendukung stabilitas rupiah tentunya,” kata Erry dalam webinar bertajuk “Capacity Building dan Persiapan Pelaksanaan Strategi Nasional APU PPT” yang diselenggarakan BI Banten, Rabu (25/11).

Dikatakan Erry, saat ini KUPVA BB di Provinsi Banten berjumlan 51 unit, dan paling banyak berada di kawasan Tangerang. Banten menempati posisi ke 4 di Pulau Jawa dengan jumlah KUPVA tersebut.

“Menurut catatan BI Banten, ada 25 KUPVA yang dinilai kurang baik, hal ini karena lokasi nya berada dekan dengan Bandara Soekarno-Hatta, dan punya resiko tinggi terjadi APU PPT,” terang Erry.

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan PPATK Ayu Utami menuturkan, pihaknya akan melakuan pengawasan ketat terhadap trasaksi KUPVA BB dengan membuat website go AML yang bisa di akses mulai 1 Februari 2021 mendatang.

“Dengan adanya aplikasi baru ini semua jenis transaski dan aktivitas KUPVA BB dapat diawasi dengan baik. Karena fitur yang dihadirkan lebih sederhana dari pada aplikasi sebelumnya yaitu gathering reports and information processing system (Grips),” terang Ayu.

Masih kata Ayu, go AML juga bisa memberikan berbagai jenis layanan pelaporan mulai dari Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) atau sindikat pencucian uang.

“Lebih simpel dan bisa diakses oleh semua pihak karena tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang berat,” jelas Ayu.

Sebagai informasi dalam agenda tersebut turut dihadiri juga oleh Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja, motivator ternama Marry Riana serta pelaku KUPVA PT Dirgahayu Valuta Prima I Gusti Putu Sudarsan. (Raden)