BI Banten Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

118
Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Banten, Sugeng Siswanto, menjelaskan materi terkait perkembangan Ekonomi Syariah di Banten . (raden/ekbisbanten)

BOGOR, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten terus mendukung sektor Ekonomi Syariah (Eksyar) di Banten sebagai trend perekonomian yang sedang berkembang di dunia saat ini. BI Banten melihat potensi Pesantren menjadi peluang untuk memasifkan Eksyar khususnya di Banten.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Banten, Sugeng Siswanto menilai, Pesantren yang ada di Banten menjadi poros perputaran ekonomi yang berpotensi untuk mendukung sektor Ekonomi Syariah.

“Tercatat oleh Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) ada 4000 Pondok Pesantren di Banten. Tahun ini BI akan mendorong sektor perekonomian di Pesantren supaya Pesantren bisa Mandiri,” ujar Sugeng kepada Awak media Banten, Sabtu (22/2).

Meskipun saat ini Eksyar berkembang di kawasan Asia, namun posisi Indonesia masih kalah dengan negara seperti China dan Malaysia. Hal ini disebabkan masih tingginya tingkat konsumtif masyarakat Indonesia.

“Dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di Indonesia, ini bisa menjadi peluang untuk memajukan sektor Eksyar di tahun 2020,” imbuhnya.

Di Banten sendiri, BI Banten akan mensinergikan Pondok Pesantren dengan instansi di bidang teknologi atau pabrik produksi. Dengan harapan para santri dapat membuat produk yang dibutuhkan oleh Pesantren.

“Saat ini sudah dikembangkan beberapa Pesanten di Banten sudah melakukan produksi Sabun dan Shampo bekerjasama dengan Balai Inkubator Teknologi (BIT) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” jelas Sugeng.

Disisi lain, Manajer Fungsi Analisis Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif serta Perlindungan Konsumen BI Banten, Reny Titalay mengungkapkan, BI Juga terus mensosialisasikan penggunaan QRIS ( QR Code Standard Indonesia) di Banten, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengikuti era digital yang semakin canggih dan cepat.

Manajer Fungsi Analisis Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif serta Perlindungan Konsumen BI Banten, Reny Titalay menjelaskan penerapan QRIS yang semakin masif di Banten.

“Saat ini, pengguna QRIS di banten mencapai angka 160 ribu merchant, bahkan Provinisi Banten menempati posisi kelima se pulau Jawa, ini merupakan trend yang positif dan mesti di tingkatkan,” imbuhnya.

Dengan adanya percepatan digital dari BI Banten, diharapkan sektor Eksyar mampu memberikan nilai yang baik untuk mendongkrak perekonomian Banten.

“Value Eksyar harus segera di tingkatkan, hal ini bisa dimulai dari masyarakat Banten yang mulai menyimpan tabungan nya di Bank Syariah,” tutup Sugeng. (raden)