BI Banten Dorong Kabupaten Lebak Kembangkan Perekonomian

10
Foto/BI Banten

LEBAK, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten serta para anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lebak menggelar agenda High Level Meeting.

Agenda tersebut membahas tentang ketahanan pangan serta pengendalian inflasi melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD), dan diskusi program pengembangan ekonomi Kabupaten Lebak.

Kepala KPw BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, perbaikan kondisi ekonomi Provinsi Banten secara gradual, didukung oleh berbagai indikator ekonomi, yakni tingkat inflasi yang stabil, stabilitas sistem keuangan yang terjaga, serta sistem pembayaran yang handal.

“Adapun upaya pengendalian inflasi dilakukan dengan 4K yaitu empat pilar yang mencakup, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif atau 4K,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3).

Lanjut Erwin, sektor pertanian terbukti sebagai sektor yang resilien dan dapat didorong untuk pengendalian inflasi guna mencapai ketahanan pangan.

Selain penguatan dari sisi ketahanan pangan, Erwin juga menyampaikan pentingnya dukungan penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital dengan 3 (tiga) hal yaitu, meningkatkan adopsi teknologi dan digital, mendorong peran serta pesantren dan UMKM go digital, sektor pariwisata go digital.

“Mendorong UMKM go digital dengan cara kegiatan business matching serta meningkatkan akses ke pasar domestik dan luar negeri. Untuk sektor pariwisata dilakukan melalui optimalisasi destinasi wisata unggulan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta mendorong pengembangan aspek Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, Pelaku dan Promosi (3A dan 2P),” katanya.

Adapun pada kesempatan kali ini, Erwin juga menyampaikan beberapa program yang telah diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dalam mendukung ketahanan pangan hingga kemandirian pesantren.

Antara lain yakni pengembangan Klaster ketahanan pangan dengan komoditas padi bagi Gapoktan Suka Bungah di Cibadak, Local Economic Development KUB Mitra Mandala dengan produknya gula semut yang telah mampu ekspor, serta KUB Bina Niaga dengan produknya sale pisang. Selain itu, dalam upaya mendorong kemandirian pesantren, KPw BI Provinsi Banten turut memberdayakan beberapa pesantren, antara lain Pondok Pesantren Modern (PPM) Daarun Naim dengan produk shampoo dan sabun serta Pondok Pesantren Modern Manahijussadat dengan produk unggulan air minum kemasan.

“Kedepan, Bank Indonesia Provinsi Banten berencana melakukan pengembangan kapasitas kemandirian pesantren melalui pelatihan tenun lebak bagi santri serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Washliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, dan jajaran mengapresiasi upaya dan langkah yang telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dalam kerangka pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi, khususnya di Kabupaten Lebak.

“Beberapa hal yang akan disinergikan kedepan, mencakup sektor Pertanian, Pariwisata, Pengembangan UMKM, dan sektor ekonomi digital,” imbuh Iti.

Secara khusus pada sektor pertanian, diperlukan program terobosan seperti Program Tani Millenials yaitu dengan melibatkan generasi muda untuk secara aktif mendorong optimalisasi lahan pertanian sekaligus memberikan kesempatan pada mereka untuk berkontribusi nyata di sektor pertanian.

Dukungan pelatihan peningkatan kapasitas, penyediaan lahan dan off taker juga diperlukan untuk melengkapi program yang melibatkan generasi muda.

“Baik Bank Indonesia maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak mempunyai pandangan yang sama, bahwa berbagai langkah koordinasi maupun sinergitas antar pemangku kepentingan dan pelaku ekonomi tersebut tentu diharapkan terus terjalin demi mendorong bangkitnya perekonomian baik di tingkat daerah maupun regional, guna mendukung pemulihan ekonomi daerah dan nasional yang berkesinambungan,” tutup Iti. (*/Raden)