Bertahan Dari Pandemi, 2 Juta UMKM Jualan Lewat E-Commerce

31
Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banten Nuning SR Wulandari.

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banten Nuning SR Wulandari mengungkapkan, tren pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) yang menggunakan e-commerce meningkat tajam selama pandemi virus korona (Covid-19).

“Menurut data penelitian ada peningkatan pemasaran melalui platform e-commerce. Yang sebelumnya hanya 600 ribu UMKM, saat ini yang beralih pemasarannya secara digital meningkat secara tajam menjadi 2 juta pelaku usaha pemasarannya dilakukan secara daring atau e-commerce,” kata Nuning SR Wulandari saat membuka diskusi webinar bertemakan “UMKM Bangkit Hadapi Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati Hari Oeang Republik Indonesia tahun 2020 secara daring, Senin (26/10).

Untuk itu Wulandari meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) terus mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk.

“Sebab UMKM punya peran strategis menopang ekonomi nasional. UMKM juga dapat menyerap tenaga kerja yang sangat tinggi dan terus tumbuh mencapai 96-97 persen dalam keadaan normal. Dengan jumlah pelaku UMKM 62 juta atau sekitar 98 persen dari pelaku usaha nasional. Ini saya ceritakan dalam kondisi normal,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM memberikan sumbangan besar dalam perekonomian nasional.

“60 persen dari produk domestik brute (PDB) Indonesia berasal dari kontrubsi UMKM. Namun dengan adanya wabah pandemi, UMKM juga juga menjadi sektor paling terpukul. Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga penelitian, menunjukan 202 pelaku UMKM di Surabaya dan Jakarta sebanyak 94 persen terkena dampak Covid-19,” katanya.

“Tentu dengan kondisi saat ini, pelaku UMKM harus merubah strategi marketing (pemasarannya), sehingga melakukan perubahan yang sangat besar dalam pemasaran produknya. Mereka beralih ke perdagangan elektronik atau e-commerce.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan sebagaimana dalam keadaan normal,” katanya.

Lebih lanjut Wulandari mengatakan, dengan besarnya peran UMKM dalam perekonomian nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan keberlangsungan UMKM yang terdampak pandemi.

“Yakni dengan disiapkannya dana untuk UMKM dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Adapun dana yang telah disiapkan Rp 123,46 triliun. Selain itu pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan antara lain berupa insentif perpajakan, penundaan pelunasan pokok kredit berupa subsidi, dan lain-lain,” katanya. (Yohana)