Bersama Forum Anak Banten, LPA Banten Gelar Peringatan HAN 2021

23
Foto: Istimewa

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten bekerjasama dengan Forum Anak Banten mengadakan webinar yang bertajuk “Suara Anak Banten” pada Sabtu (31/7) melalui aplikasi percakapan berbasis video Conference.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir forum anak kabupaten/kota se Banten, Duta Bahasa Banten, Duta Pendidikan Banten, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Dewan Pendidikan Banten Indar Riyanto, Ketua IDRI Banten Achmad Rozi, dan Muhammad Uut Lutfi.

Ketua LPA Provinsi Banten Hendry Gunawan dalam sambutannya menyampaikan, banyak berterima kasih untuk seluruh pihak yang sudah menyukseskan kegiatan Hari Anak Nasional 2021 yang telah kita selenggarakan bersama.

“Saya berharap semoga kegiatan yang telah diadakan saat ini bisa menjadi salah satu bentuk persembahan terbaik kita untuk anak-anak di Provinsi Banten,” kata Hendry dalam keterangan tertulis.

Suara Anak Baduy, yang disampaikan oleh Marno Sunarya, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, salah satu kunci kenapa sampai saat ini masyarakat baduy minus dalam penularan Covid-19. Karena sampai detik ini masyarakat adat baduy patuh kepada kepada adat untui tidak beraktifitas ke luar daerah baduy.

“Salah satu kunci mengapa di suku baduy bisa bebas dari covid adalah dengan tetap menjalankan kehidupan seperti biasa, dan tidak melakukan perjalanan keluar dari suku baduy selain itu mengikuti apa yang disampaikan oleh kepala adat atau tetua adat untuk tidak melakukan perjalan ke luar suku baduy dan beraktifitas seperti biasa,” ucapnya.

Sementara, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam acara tersebut menyampaikan, kondisi HAN kali ini tidak sebaik yang kita bayangkan, karena sampai saat ini hak anak tidak sepenuhnya diberikan. Hal itu terbukti banyaknya akses yang terbatas.

“Banyak anak yang belum memiliki akte lahir superti yang tadi ditampilkan oleh LPA Kabupaten Serang, fakta lain untuk anak-anak yang ada di perbatasan, anak dearah terpencil, dan dearah terisolasi mereka tidak bisa menikamati hari anak national Karena aksesnya terbatas,” ujarnya.

Masih disesi yang sama, Dewan Pendidikan Banten Indar Riyanto dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa proses pembelajaran dan pemerintah sudah mempersiapkan sistem pembelajaran tatap muka, namun pandemi saat ini semakin tak terbendung, maka tetap ikuti anjuran pemerintah, dan jangan keluar rumah apabila tidak ada kepentingan di luar rumah.

“Langkah yang dilakukan oleh anak-anak baduy seperti yang didampaikan tadi bisa menjadi contoh bersama agar anak-anak bisa terhindar dari covid-19,” cetus Riyanto dalam pemaparannya

Ditambahkan Ketua IDRI Banten Achmad Rozi berpandangan bahwa, sebagai orang tua harus memberi hak-hak dasar kepada anak-anak secara lebih terbuka sehingga anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik dan hak-hak tersebut tidak bisa kita tawar-tawar lagi.

“Salah satunya hak anak adalah bermain, anak di masa pandemi yang saat ini bisa dengan berbagai alternatif disesuaikan dengan minat dan bakat anak-anak,” tambahnya. (*/Ocit)