Kamis, 25 Juli 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Berkat Program JKN, Kondisi Bayi Alami Luka Berat di Perut Akibat Monyet Liar Berangsur Membaik

Esih Yuliasari

| 6 Mei 2024

| 08:00 WIB

Muhammad Alwi
Siti Aisah dan Munasir, orangtua dari bayi bernama Muhammad Alwi yang mengalami luka berat akibat diserang monyet liar saat ditemui di Rumah Sakit Hermina Ciruas. (FOTO: ESIH/EKBISBANTEN.COM).

Di rumah sakit tersebut, Muhammad Alwi langsung ditangani. Setelah melewati proses operasi yang memakan waktu hingga lima jam dan dilakukan oleh Dokter Bedah Anak yakni dr. Melani Mandasari, kondisinya berangsur membaik.

Bahkan Munasir mengaku anaknya memperoleh penanganan yang sangat baik.  Selain itu, dirinya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya operasi hingga perawatan karena ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Penanganan di sini sangat baik, langsung direspons dengan cepat. Dan alhamdulillah kondisi anak saya pun sekarang sudah membaik. Untuk biaya juga semuanya tercover oleh BPJS. Saya tidak habis pikir, andaikan tidak ada BPJS, berapa biaya yang harus kami keluarkan,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Munasir lantas berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dampak kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terasa sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki biaya untuk berobat.

“Terima kasih BPJS Kesehatan. Program JKN ini sangat membantu kami. Mungkin kalau program ini ditiadakan nasib orang kecil seperti kami sudah terlantar. Luar biasa, beribu-ribu terima kasih kami ucapkan,” tuturnya.

Diketahui, BPJS memang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk masyarakat tidak mampu yang tidak bisa membayar iuran per bulannya. Mereka yang masuk kategori tidak mampu ini harus terdaftar sebagai warga miskin di Dinas sosial setempat.

Dari data https://sismonev.djsn.go.id/, per Maret 2024 jumlah peserta Program JKN memang mengalami peningkatan, menjadi 269.493.003 jiwa atau kurang lebih 95.70 % dari seluruh penduduk Indonesia.

Dari jumlah ini, untuk peserta di segmen PBI atau penerima bantuan iuran, total sebanyak 139,2 juta jiwa yang terdiri dari 96,7 juta jiwa penduduk miskin pada segmen PBI APBN dan 42,5 juta jiwa penduduk miskin di segmen PBI APBD.*

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top