Berkarir Tapi Tetap Menjadi Sosok Seorang Ibu, Ini Pesan Kepala BPS Kabupaten Serang

370
Foto/Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Ibu adalah profesor pertama di dunia yang mengajarkan berbagai hal buat anak-anaknya. Perdebatan menjadi seorang ibu rumah tangga atau menjadi ibu bekerja seakan tidak ada habisnya. Coba kita simak pesan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang Tuti Amalia.

Dalam wawancara khusus bersama Ekbisbanten.com, Selasa (24/11) Tuti Amalia mengatakan, jadilah teman bagi anak-anak jangan ada batasan supaya anak mau terbuka soal permasalahan yang dihadapi.

“Awalnya sempat kesulitan ketika sudah punya anak pertama, namun layaknya seroang ibu harus selalu menyempatkan waktu kepada anak-anaknya, yang terpenting kita harus memunculkan kecintaan terhadap pekerjaan dan keluarga, kita harus melayani semua dengan sepenuh hati,” kata wanita lulusan Universitas Padjadjara Bandung Jurusan Matematika tersebut.

Sejak bulan Maret tahun 1994 Tuti sudah bekerja di BPS Pusat Jakarta, dan terus berpindah tugas mulai dari Bandung, Jogja, Bangka Belitung, hingga ke Provinsi Banten.

“Pengalaman ini dan perjalanan selama berkarir di BPS tidak bisa saya lakukan jika tidak menyukainya,” jelas Tuti.

Wanita kelahiran Bandung 17 September 1969 ini, melihat sosok ibunya sebagai teladan. Dimana sang ibu merupakan sosok pekerja keras karena harus menjadi seorang ibu, istri bahkan guru besar di Universitas Padjadjaran Bandung waktu itu.

“Alhamdulillah semangat itu mengalir kepada anak dan cucu nya, saat ini tiga orang anak saya meniti karir yang hampir mirip, sekolah di jurusan matematika Unpad dan sudah bekerja sesuai passionnnya di salah satu stasiun televisi swasta,” jelas wanita yang hobi menulis tersebut.

Sebagai seorang ibu, Tuti selalu memberikan waktu khusus bagi anak-anaknya, terlebih menjadi sosok teman yang dekat bagi anaknya hingga semua masalah bisa dibicarakan sampai ada solusinya.

“Bahkan anak saya pernah bertanya, kok ibu enggak kaya ibu-ibu yang lain sih, karena itulah perlu adanya kecintaan lebih terhadap pekerjaan maupun keluarga,” pungkas Tuti. (Raden)