SERANG, EKBISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Banten berkolaborasi menggelar program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SiCantiksS) di Balai Baladika Grup 1 Kopassus, Serang, Selasa (7/10/2025).
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini diikuti 754 peserta yang berasal dari berbagai organisasi wanita se-Provinsi Banten. Program tersebut bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) perempuan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Siti Maani Nina, menyebut kegiatan ini sangat tepat sasaran. Ia menjelaskan, sekitar 60 persen pelaku UMKM di Banten adalah perempuan.
“Jika ibu-ibu sudah bergerak, maka semua akan beres. Dari kegiatan ini kami berharap tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membekali ibu-ibu agar bisa menularkan ilmu kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara OJK, BKOW, dan KDEKS dalam meningkatkan kapasitas perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi sesuai prinsip syariah.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dr. Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi perempuan sebagai pengelola utama ekonomi keluarga.
“Perempuan adalah ibu manusia, seperti kata R.A. Kartini. Dialah yang mendidik generasi penentu masa depan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, OJK menerima lebih dari 200 ribu pengaduan masyarakat terkait investasi bodong dan pinjaman online ilegal, di mana banyak korbannya adalah perempuan.
“Karena itu, penting bagi ibu-ibu memahami mana lembaga keuangan yang legal dan berizin. Kami ingin perempuan mampu mengelola keuangan dengan bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta menyiapkan dana darurat,” lanjutnya.
OJK, kata Friderica, terus memperluas edukasi keuangan hingga ke tingkat keluarga melalui program-program pemberdayaan seperti SiCantiksS.
Ketua BKOW Banten yang juga istri dari Wakil Gubernur Banten, Irna Narulita, menilai kolaborasi ini sebagai momentum penting bagi perempuan Banten untuk menjadi pelaku utama ekonomi syariah.
“Kolaborasi antara OJK, BKOW, dan KDEKS menjadi bukti nyata komitmen untuk membuka ruang kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Irna menegaskan, pelatihan seperti SiCantiksS perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perempuan dapat mengelola keuangan rumah tangga dan usaha dengan sehat, transparan, dan sesuai prinsip Islam.
Program SiCantiksS menjadi bagian dari upaya digitalisasi dan peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Para peserta diharapkan menjadi agen edukasi yang menularkan pengetahuan literasi keuangan syariah kepada komunitasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, OJK, dan organisasi perempuan, semangat “Perempuan Berdaya, Masyarakat Sejahtera” diharapkan menjadi gerakan nyata menuju Banten yang lebih inklusif, mandiri, dan sejahtera.***






