SERANG, EKBISBANTEN.COM – Dinas Pertanian Provinsi Banten menggandeng Kelompok Tani Agrinity dari Desa Jambu Buyut, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk bernilai guna.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi limbah di masyarakat, seperti kotoran hewan dan sisa sayuran.
Ketua Kelompok Tani Agrinity, Saeful Arifin, mengatakan kegiatan tersebut disambut antusias oleh petani.
“Petani tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik pemanfaatan pupuk organik. Ilmu ini bisa langsung mereka terapkan,” ujarnya Jumat (29/8/2025).
Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Marin, menjelaskan, pupuk dibuat dari campuran kotoran ayam, kambing, urin hewan, sayuran, batang pisang, hingga air cucian beras.
Semua bahan kemudian dimasukkan ke wadah besar dan difermentasi hingga menghasilkan pupuk padat maupun cair.
“Pupuk ini bisa menyuburkan tanah dan tanaman. Karena alami, bisa diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman,” kata Marin.
Ia berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran petani dalam memanfaatkan limbah.
“Limbah bukan musuh. Kalau dikelola dengan baik, justru memberi manfaat besar bagi pertanian,” pungkasnya. (Aden)