SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Serang tahun 2026 diwarnai ketegangan.
Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Serang mengkritisi lemahnya komunikasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda).
Situasi memanas saat rapat pembahasan yang digelar di salah satu hotel di Kota Serang.
Sejumlah anggota Banggar menyatakan kekecewaan atas lambannya proses komunikasi, yang dinilai berdampak pada molornya jadwal pembahasan anggaran.
Anggota Banggar DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, secara terbuka menyampaikan keberatannya. Ia menilai persoalan utama terletak pada pola komunikasi pimpinan TAPD.
“Kendalanya ada di Pak Sekda. Tolong diperbaiki komunikasinya,” ujar Azwar Anas dengan nada tegas dalam forum.
Ia juga mengungkapkan, pertemuan tersebut baru terlaksana setelah adanya komunikasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Serang, bukan atas inisiatif Sekda.
“Kami merasa tidak dihargai. Sejak tanggal 14 sampai 20 November tidak ada pembahasan sama sekali,” katanya.
Hal senada disampaikan anggota Banggar lainnya, Ahmad Zaeni. Ia menyebut, buruknya komunikasi membuat proses pembahasan RAPBD 2026 berjalan tidak efektif.
“Saya sudah lima periode menjadi anggota DPRD dan Banggar. Baru kali ini melihat pembahasan anggaran berlangsung seperti ini,” ujarnya.
Zaeni menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD. “Pemerintah daerah dan DPRD seharusnya menjadi mitra kerja, bukan saling berhadapan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pembahasan RAPBD tidak hanya merujuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tetapi juga mengakomodasi program yang telah ditetapkan DPRD.
“Setiap tahun program yang sudah ditetapkan DPRD kerap berubah di ruang pembahasan. Ini harus dievaluasi dan diperbaiki,” pungkasnya.*






