SERANG – Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh setiap 14 September dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Serang untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat.
Pada momentum 2025 ini, Pemkab Serang menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, serta menghadirkan infrastruktur modern dan terintegrasi.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan literasi merupakan fondasi peradaban dan kompetensi dasar bagi setiap individu untuk berkembang. Oleh karena itu, Pemkab Serang telah merancang langkah strategis untuk mempercepat pembangunan literasi.
“Pemerintah Kabupaten Serang telah merancang langkah-langkah strategis untuk meningkatkan literasi, yaitu penguatan SDM, kelembagaan, dan pembangunan infrastruktur modern serta terintegrasi,” ujar Bupati Ratu Zakiyah dalam Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Pemberian Literasi Award 2025 di Lapangan Tenis Indoor, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Kabupaten Serang masih cukup besar. Saat ini Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) berada pada kategori rendah, sementara tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat baru berada di level sedang.
“Nilai IPLM dan TGM ini adalah tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama. Literasi bukan hanya tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, tetapi tanggung jawab kolektif kita semua,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Serang juga mengukuhkan Tifa Hensifa Hanum Najib sebagai Bunda Literasi Kabupaten Serang.
Kehadiran Bunda Literasi diharapkan menjadi motor penggerak untuk menginspirasi, memotivasi, sekaligus memfasilitasi tumbuhnya minat baca, khususnya di kalangan generasi muda.
“Dengan literasi, kita dapat memperkaya kosakata, mengoptimalkan fungsi otak, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kemampuan interpersonal,” jelas Ratu Zakiyah.
Selain itu, Pemkab Serang juga menyiapkan pembangunan gedung layanan perpustakaan umum yang representatif di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran. Gedung seluas dua hektare ini ditargetkan selesai pada Desember 2025, dan mulai beroperasi pada 2026.
Gedung tersebut akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang terintegrasi, dilengkapi dengan depo arsip berstandar, jogging track, padepokan silat, sanggar tari, gelanggang remaja, hingga pusat UMKM.
“Tujuannya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi pusat belajar, berkarya, dan berdaya. Semua ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan visi Kabupaten Serang bahagia,” paparnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Bunda Literasi Banten Tinawati Andra Soni, Staf Ahli Bupati Sugihardono, Asda I Haryadi, para kepala OPD, camat, serta Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Serang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengatakan pembangunan gedung perpustakaan baru mencapai 15 persen.
“Pembangunan ini menggunakan anggaran sebesar Rp9,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025,” pungkasnya. (Adv)






