SERANG, EKBISBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi pelaksanaan Festival Bubur Asyuro atau Bubur Suro yang digelar di Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Minggu (6/7). Acara tersebut berlangsung di Agro Wisata Durian Ciseuti.
Menurut Ratu Zakiyah, festival yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram 1446 Hijriah ini memiliki tiga tujuan mulia yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Kabupaten Serang Bahagia.”
“Saya mengapresiasi inisiatif Desa Curuggoong dalam menyelenggarakan Festival Bubur Suro. Peringatan 10 Muharram ini memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam. Terlebih, tiga tujuan utama festival ini sangat selaras dengan visi Kabupaten Serang bahagia,” ujarnya saat membuka acara.
Tiga tujuan dimaksud meliputi penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat, pengembangan pariwisata desa, serta pelestarian warisan budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten Serang, kata Ratu Zakiyah, mendukung penuh berbagai kegiatan positif yang dapat memperkaya khazanah budaya dan memperkuat ikatan sosial masyarakat.
“Kita akan terus menciptakan lingkungan yang kondusif agar tradisi-tradisi luhur seperti ini tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.
Ia menambahkan, Festival Bubur Asyuro bukan sekadar ajang makan bersama, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat persatuan, dan melestarikan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Jakarta dan Banten dari Kementerian Kebudayaan, Dewi Pusparini; Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Serang, Leni Yuliani; Kepala Desa Curuggoong, Juhaeni Jajuli; serta unsur Muspika Kecamatan Padarincang.
Sementara itu, Kepala Desa Curuggoong Juhaeni Jajuli juga menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dalam meramaikan festival.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat, agar kita selalu kompak dan bersatu untuk berbuat kebaikan ke depan,” pungkasnya.*