Casual Talk Halal Food di SHAFARA dan FERBA 2025 Dorong Ekosistem Kuliner Halal di Banten

- Sabtu, 30 Agustus 2025

| 14:36 WIB

Shafara Ferba
(FOTO: ESIH/EKBISBANTEN.COM).

TANGSEL, EKBISBANTEN.COM – Casual Talk Halal Food digelar dalam rangkaian Sharia Festival Jawara (SHAFARA) dan Festival Rupiah (FERBA) 2025 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Tangerang Selatan, pada Sabtu (30/8/2025).

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Komite Pengembangan Organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Eden Gunawan, F&B Business Owner Dian Widiyawati, serta Founder PT Damory Food Indonesia Group Mori Satria. Diskusi dipandu oleh Mujang Kurnia.

Dengan tema “Ekosistem Kuliner Halal Banten yang Kuat sebagai Kontributor Visi Indonesia Menjadi Pusat Halal Dunia”, kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat industri kuliner halal.

Eden Gunawan menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat sosialisasi produk halal di masyarakat. “Kita harus bersinergi dengan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, masyarakat sipil, dan media. Saat ini, peran para pemangku kepentingan masih berjalan cukup lambat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan rumah potong hewan dan unggas, padahal kebutuhan daging dan ayam sangat tinggi di sektor UMKM. Menurut Eden, inisiatif seperti program Duta Halal yang melibatkan anak muda dapat menjadi cara efektif untuk menumbuhkan kesadaran halal sejak dini.

Sementara itu, Dian Widiyawati menekankan bahwa meski 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam, pemahaman masyarakat terkait produk halal masih rendah. “Banyak isu non-halal ada di sekitar kita. Kalau ragu, lebih baik bertanya. Sertifikat halal menjadi jaminan bagi kita untuk tenang dalam mengonsumsi apapun,” katanya.

Ia juga menyoroti peran media sosial dalam mendorong perubahan pasar. “Prinsipnya, usaha akan mengikuti pasar. Jika konsumen muslim peduli pada halal, maka pelaku usaha pun akan menyesuaikan. Media sosial punya peran besar dalam menyadarkan masyarakat maupun pelaku usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Founder PT Damory Food Indonesia Group, Mori Satria, menyampaikan bahwa tujuan perusahaannya adalah menghadirkan produk halal dan thayyib (baik).

“Makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi darah dan daging. Kalau makanan haram, itu bisa menutup jalan kita dalam menerima kebenaran. Karena itu, kami sangat concern menyediakan makanan yang halal sekaligus thayyib,” jelasnya.

Menurutnya, halalan thayyiban identik dengan makanan berkualitas premium dan sehat. Dengan jumlah pasar muslim yang besar, Mori menilai bisnis halal juga menjadi sarana berbagi manfaat.

“Kita harus punya ilmu, punya mentor, dan menjadikan bisnis halal sebagai amal shaleh yang bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.***

Editor: Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top