BEM UNIBA Kecam Represi Aparat, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan

- Jumat, 29 Agustus 2025

| 21:06 WIB

BEM UNIBA

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (BEM UNIBA) mengecam tindakan represif aparat kepolisian dalam aksi protes di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025).

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (23), dilaporkan meninggal dunia. BEM UNIBA menilai tragedi ini menunjukkan kegagalan aparat dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung rakyat.

“Kekerasan terhadap massa aksi, baik mahasiswa, buruh, maupun masyarakat sipil, merupakan pelanggaran nyata terhadap hak konstitusional rakyat untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” tulis pernyataan resmi BEM UNIBA, Jumat (29/8/2025).

BEM UNIBA menegaskan, permintaan maaf institusi kepolisian tidak cukup untuk menutup tragedi tersebut. Mereka menuntut agar aparat yang terlibat, baik pelaksana di lapangan maupun pemberi komando, diproses hukum secara terbuka dan akuntabel.

Selain itu, BEM UNIBA juga menyoroti dampak politik dan ekonomi dari tindakan represif aparat. Mereka menilai insiden tersebut memperburuk krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah di tengah melemahnya rupiah dan menurunnya indeks saham.

Empat Tuntutan BEM UNIBA

  1. Mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang menelan korban jiwa.
  2. Menuntut proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan.
  3. Mendesak pemerintah menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap massa aksi.
  4. Menegaskan mahasiswa dan rakyat tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran hingga keadilan ditegakkan.

“Kami, mahasiswa Universitas Bina Bangsa, berdiri bersama rakyat. Suara kami tidak akan pernah bisa dibungkam oleh intimidasi maupun kekerasan,” tutup pernyataan tersebut.*

Editor: Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top