Begini Strategi Toko ATK Mulya Hadapi Kompetitor Saat Pandemi

130
(Foto: Fitra/Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Toko Alat Tulis Kantor (ATK) Mulya yang berlokasi di Jalan Raya Jakarta Kilometer 4 Pakupatan, Kota Serang memberikan diskon hingga 50 persen. Diskon ini diberikan sampai dengan stok barang dagangan Mulya menipis. Hal ini dilakukan untuk bersaing dengan pengusaha lainnya dan untuk bertahan di masa pandemi.

“Mulya ini selalu seperti itu (menerapkan harga murah). Contohnya kaya pulpen yang mahal-mahal kita kasih diskon. Misalnya Sarasa itukan kalo di tempat lain harganya Rp25 ribu keatas, kalo di Mulya Rp12.500. 50 persen lebih murah,” kata owner Toko Mulya Yugiatno saat ditemui Ekbisbanten.com di Toko Mulya, Kamis (2/9).

Melihat tingkat persaingan yang semakin ketat, Yugiatno rata-rata menurunkan harga sebesar 30 persen. Selain itu jika konsumen melakukan pembelanjaan lebih dari Rp100 ribu maka akan memperoleh hadiah langsung.

“Intinya kita ngikutin (persaingan). Termasuk diskon bahkan obral. Kaya pulpen yang mulanya Rp12 ribu/lusin kita jatuhkan Rp7.500/lusin. Tadinya untung 10 persen sampai 15 persen, sekarang untung 3 persen sampe 5 persen kita jual,” ujar Yugiatno.

Lanjut Yugiatno, penjualan ATK selama 2 tahun terakhir menurun drastis hingga 70 persen. Pendapatan usaha Mulya selama ini ditopang oleh pendapatan yang berasal dari studio foto dan transaksi mesin fotocopy.

“Bisa bertahan ya karena ada kombinasi juga. Selain saya punya cabang, saya kombinasinya ya ada rental mesin, jual mesin, kredit mesin, ada studio foto, ada foto pengantin dan cetak foto. Di lantai atas kan ada studio foto sama yang lain-lain. Kalo diibaratkan petani mah tumpang sari lah,” kata Yugiatno.

Yugiatno mengaku, selama 2 tahun terakhir dirinya bekerja lebih keras untuk mempertahankan usahanya. Ia juga menurunkan target bisnisnya. Biasanya Ia menargetkan memiliki cabang baru setiap tahun, tetapi saat ini Ia hanya menargetkan Break Even Point (BEP).

“Kalo kerugian ya engga terlalu lah karena dari awal saya sudah banyak stok. Yang terpenting itu minimal kembali modal,” kata Yugiatno.

Saat ini toko Mulya memiliki cabang di wilayah Pandeglang, Rangkas, Cilegon dan Kota Serang.

“Tapi mulya juga banyak yang tutup, yang kecil-kecil, yang ngontrak-ngontrak itu tutup. Tinggal ruko-ruko yang milik sendiri aja. Saya tutup 8 tempat yang kecil-kecil,” kata Yugiatno.

Yugiatno berharap perekonomian dapat kembali normal dan masyarakat yang menganggur bisa dapet pekerjaan kembali dan dapat penghasilan yang rutin lagi.

“Kalo saya pribadi ya tetap harus berinovasi lagi terus. Yang terpenting jangan tambah pengangguran. itu saja, kasian,” pungkas Yugiatno. (Mg-Fitra)