BCA Paparkan Kinerja Di Acara Public Expose 2019

58
Public Expose BCA 2019 – Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Rudy Susanto (tengah) didampingi Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra (kiri) dan Senior Vice President Investor Relations BCA Rudy Budiardjo (kanan) memaparkan hasil kinerja positif BCA pada semester I 2019 pada kegiatan Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/08).

Jakarta, Ekbisbanten.com – PT Bank Central Asia Tbk melakukan paparan kinerja pada acara Public Expose – Investor Summit 2019 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia.

Direktur Bank Central Asia Tbk Rudy Susanto mengungkapkan, pada semester I 2019 portofolio kredit meningkat 11,5% YoY menjadi Rp565,2 triliun. Kredit korporasi tumbuh 14,6% YoY mejadi Rp219,1 triliun dan kredit komersial & UKM meningkat 12,5% YoY menjadi Rp189,2 triliun. Sementara itu, kredit konsumer meningkat 6,4% YoY menjadi Rp152,0 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, kredit beragun properti tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp90,7 triliun.

Kredit kendaraan bermotor turun 1,5% YoY menjadi Rp48,2 triliun, dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua. Sementara itu, saldo outstanding kartu kredit tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp13,1 triliun pada Juni 2019. Di periode yang sama, pembiayaan Syariah meningkat 4,3% YoY menjadi Rp4,9 triliun. 

“BCA mempertahankan kinerja yang solid pada semester I 2019 ditopang oleh pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit.” kata Rudy dalam acara Public Expose, Rabu (21/8).

Lanjut Rudy, pertumbuhan kredit dicapai dengan tetap menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) yang berada pada level 1,4% pada akhir Juni 2019. NPL berada pada tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.

“Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat memadai, sebesar 183,7%. BCA mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 79,0% dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,6% per 30 Juni 2019,” katanya. 

Rudy menjelaskan, disisi dana pihak ketiga, BCA mencatat pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 5,9% YoY menjadi Rp510,4 triliun, didukung dengan kuatnya peningkatan jumlah transaksi khususnya pada e- channels. CASA tetap menjadi inti dana pihak ketiga BCA dan berkontribusi sebesar 75,7% dari total dana pihak ketiga. Sementara itu, dana deposito meningkat 18,1% YoY menjadi Rp163,5 triliun. Total dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp673,9 triliun, tumbuh 8,6% YoY. 

“BCA menutup periode semester I 2019 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,6% menjadi Rp12,9 triliun dibandingkan dengan Rp11,4 triliun pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pendapatan operasional Bank, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, meningkat 16,1% menjadi Rp34,2 triliun pada semester pertama 2019 dibandingkan Rp29,5 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih meningkat 13,1% YoY menjadi Rp24,6 triliun, sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24,5% YoY menjadi Rp9,6 triliun pada semester pertama 2019.

“Kami akan terus merespon lingkungan bisnis yang dinamis dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta tetap berinovasi dan beradaptasi untuk menyesuaikan perubahan perilaku nasabah, perkembangan teknologi dan pertumbuhan e-commerce. Pertumbuhan dari segi jumlah nasabah, jumlah transaksi, maupun nilai transaksi dari berbagi inisiatif digital telah memberikan hasil yang positif dan memperkokoh franchise perbankan transaksi BCA,” ungkap Rudy.

BCA menutup periode semester 1 2019 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,6% YoY menjadi Rp12,9 triliun dari Rp11,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 8,6% YoY menjadi Rp673,9 triliun. BCA terus merespon lingkungan bisnis yang dinamis dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta tetap berinovasi dan beradaptasi untuk menyesuaikan perubahan perilaku nasabah, perkembangan teknologi dan pertumbuhan e-commerce. (Fikram)