Bawaslu Provinsi Banten Daftarkan 2.061 Petugas Pemilu ke BP Jamsostek

30
Ketua Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal (dua dari kanan) saat memberikan penjelasan kepada wartawan pada acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar Bawaslu Provinsi di Kafe Teater, Kelapa Dua, Kota Serang pada Kamis (15/12/2022). (FOTO: ISMATULLAH/EKBISBANTEN.COM)

SERANG,EKBISBANTEN.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten menyatakan akan mendaftarkan 2.061 petugas pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 mendatang untuk mendapatkan program jaminan sosial ketenagakarjaan dari BPJS Ketenagkerjaan.

Upaya itu dilakukan dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para petugas dalam pengawasan pemilu 2024 mendatang.

” Kita di Bawaslu sudah konsolidasi untuk mendaftarkan mereka di BPJS Ketenagakerjaan. Karena kita sudah berkomunikasi dengan BPJS Ketenakerjaan di Provinsi Banten,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal kepada wartawan pada acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar Bawaslu Provinsi di Kafe Teater, Kelapa Dua, Kota Serang pada Kamis (15/12/2022).

Dari 2.061 petugas pemilu tahun 2024 itu ria nciannya, panitia pengas (panwas) 465 orang, di tingkat kabupatena/kota 37 orang, provinsi 7 orang dan pengawas kelurahan/desa sebanyak 1.552 orang.

“Dan kelihatannya lebih banyak berfaedah dalam rangka melindungi mereka. Khawatir ada risiko dalam melakukan pekerjaannya. Dan preminya juga lebih terjangkau,” katanya.

Adapun program jaminan sosial ketenagakerjaan yang didaftarkan pada BP Jamsostek tersebut yakni, program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan iuran senilai Rp16.800 per orang.

“Saya tidak tahu kalau dengan yang lain, tapi di kami sudah ada dikebijakan itu ngobrolin soal mendaftarkan badan adhoc itu ke BPJS Ketenagakerjaan. Polanya gampang itu bisa diambil dari sebagian honorarium mereka dialokasikan ke iuran (BPJS Ketenagakerjaan),” katanya.

Diketahui, pada pemilu 2019 lalu, lebih dari 800 orang petugas pemilu meninggal dunia.

Diduga akibat kelelahan dalam mengurus pemungutan hingga pemungutan suara di TPS. Kemenkes juga mencatat lebih dari 11 ribu petugas pemilu 2019 lalu menderita sakit.

“Kalau di kami itu di tingkat provinsi sudah (terdaftar BP Jamsostek). di tingkat kabupaten juga sudah, tinggal yang belum itu panwascam. Kami sudah berkomunikasi akan mendaftarkan semuanya. Total yang kami daftarkan itu termasuk dengan staf-stafnya,” pungkasnya.***