Banyak Sampah dan Lumpur Nelayan Karangantu Sulit Sandarkan Kapal

43
Salah satu kapal milik nelayan yang terparkir di tepi laut pelabuhan Karangantu yang surut dan penuh sampah, Selasa (11/8) (foto ekbisbanten.com/Yohana)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Nelayan di pelabuhan Karangantu mengeluhakan dangkalnya perairan muara akibat lumpur dan sampah yang menumpuk, akibatnya para nelayan merugi karena sulit untuk menyandarkan kapal dan terhambat untuk melaut.

Salah satu nelayan dari Kampung Demang, Kecamatan Kasemen, Kota Serang Emboy mengatakan, pendapatan dirinya kini tak sebanding dengan jerih payahnya, pasalnya dangkalnya pangkal lautan membuat kapal pencari ikannya terhambat dan tidak dapat berlayar.

“Kita susah cari ikan sekarang, berangkatnya harus siang karena lautnya terlalu dangkal gara-gara lumpur dan sampah, akibatnya kita sebagai nelayan merugi kalau berangkat cari ikan kesiangan terus,” kata Emboy kepada awak media, Selasa (11/8).

Ia juga mengaku, banyak nelayan lain dirugikan karena pengerukan lumpur tak kunjung dilakukan. Selain itu lanjut Emboy para nelayan di Karangantu masih belum sejahtera lantaran masih banyak kekurangan dari segi bantuan dari pemerintah.

“Terakhir ada pengerukan itu kira-kira dua tahun lalu dan sampai sekarang belum ada lagi, para nelayan juga masih belum sejahtera kami butuh bantuan dari pemerintah misalnya aja seperti alat penagkap ikan atau jaring,” ujarnya

Emboy mengaku untuk pendapatan melautnya kini kian berkurang, pasalanya jika dulu para nelayan kurang lebih mendapat penghasilan Rp1 juta perhari kini hanya mendapatkan Rp500ribu perhari atau hanya cukup untuk balik modal melaut.

“Kalau mencari ikan mulainya siang itu pasti rugi, kadang-kadang modal melautnya itu Rp500 ribu dan pulang menjual ikan cuma kembali modal gak dapat untung, kalau dari pagi itu kita bisa untung lumayan sehari dapat Rp1 jutaan,” tambahnya.

Emboy berharap agar pemerintah dapat kembali melakukan pengerukan lumpur yang ada di tepi pelabuhan karangantu agar perahu untuk mencari ikan nelayan dapat berlayar seperti biasanya.

“Ya kalau bisa sih ada pengerukan lagi dan tidak hanya di tengah lautnya saja yang dikeruk tapi di tepi lautnya juga dikeruk lumpur dan sampahnya agar kita para nelayan dapat mencari ikan dari pagi,” tukas Emboy.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin mengungkapkan bahwa perencanaan pengerukan lumpur dan sampah di pelabuhan Karangantu sudah masuk ke dalam program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sebenarnya soal pengerukan itu sudah diprogram dari kementrian namun sepertinya terhalang pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Yohana)