Bank Sampah Digital Gandeng Chandra Asri Atasi Sampah di Pesisir Anyer

24
Perwakilan Chandra Asri bersama Bank Sampah Digital, Kamis (13/1/2022).

SERANG, EKBISBANTEN.COM – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menggandeng Bank Sampah Digital (BSD) berupaya untuk mengatasi permasalahan melalui edukasi mengenai pemilahan serta menginisiasi aktivitas bank sampah di wilayah Anyer.

Hal itu dilakukan, karena banyaknya sampah yang menumpuk di pesisir Anyer mayoritas berasal dari sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik sehingga hanyut ke sungai dan laut.

Selain itu juga, minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah juga turut berkontribusi pada permasalahan sampah di pesisir Anyer.

Government Relations & Circular Economy Section Manager PT. Chandra Asri, Donny Adolf mengatakan, bahwa pengumpulan dan pemilahan sampah merupakan kunci dari terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang baik dengan konsep economy circular.

BACA JUGA : Sekda Kabupaten Serang Sebut Modal UMKM Kretifitas

“Chandra Asri sebagai perusahaan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat dalam program ini. Harapannya agar masyarakat lebih mandiri dan berdaya saing, lebih sejahtera, sampah terkelola dengan baik dan juga mendukung program pemerintah untuk mengurangi kebocoran sampah di laut,” ujar Donny Adolf, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, aktivitas bank sampah ini telah dimulai sejak awal Agustus 2021 yang didukung dengan proses edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir Anyer. Hingga kini, jumlah partisipan telah mencapai 200 KK yang tersebar di sembilan wilayah yang berada di Anyer.

Dia menjelaskan, berdasarkan data statistik di lapangan, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah yang juga dibuktikan dengan keikutsertaan masyarakat pada program penanganan sampah melalui BSD ini. Selama empat bulan berjalan, sampah kering yang berhasil dikelola sebanyak 4,6 ton.

“Untuk sampah yang terdiri dari sampah plastik, kertas, beling, logam, minyak jelantah akan di tukar menjadi tabungan rupiah, sedangkan untuk multilayer akan di proses di Industri Pengelolaan Sampah Terpadu ASARI binaan Chandra Asri yang selanjutnya diolah menjadi bensin, solar, dan juga minyak tanah,” jelasnya.

“Kerja sama pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang tepat untuk mengurangi timbulan sampah yang tidak terkelola dengan bijak,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Manager Project Bank Sampah Digital, Yulia Ratna Sari Ayu menuturkan, bahwa permasalahan sampah perlu mendapatkan dukungan penyelesaian dari berbagai sektor.

“Dengan adanya kerja sama program CSR pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah bersama Bank Sampah Digital, diharapkan terus mendapat dukungan serta dapat menjadi program pilihan bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR.”

Dikatakan Yulia Kehadiran program ini juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar, dengan memulai suatu perilaku baru yaitu memilah sampah dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Tidak hanya dampak secara lingkungan, dampak secara ekonomi pun dapat dirasakan langsung oleh masayarat yang menjadi nasabah bank sampah,” paparnya.

Sementara, salah satu nasabah bank sampah, Muhidin mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Karena mengurangi timbulan sampah yang berada di wilayah Anyer baik yang terbuang ke laut maupun ke Tempat Pembuangan Akhir.

“Kami sebagai warga sangat senang sekali sangat berterima kasih sekali kepada pihak-pihak yang sudah membantu. Kita juga akhirnya sangat termotivasi, karena tadinya terbiasa buang sampah sembarangan akhirnya sekarang bisa dikumpulkan, bisa ditampung, bisa ada hasilnya,” ujar Muhidin.***