Bank Mandiri Promosikan UMKM Binaan di Event FDN

31
Foto: Bank Mandiri

EKBISBANTEN.COM – Bank Mandiri konsisten memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk ikut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah melalui kegiatan pemasaran UMKM binaan secara online di event Festival Diskon Nasional (FDN) 2020, yang dibarengi dukungan program promosi menarik melalui alat pembayaran nontunai Bank Mandiri
 
Hingga saat ini Bank Mandiri telah berhasil menerapkan digitalisasi transaksi pada lebih dari 2,000 UMKM yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional khususnya bagi UMKM. Tak hanya itu, salah satu kerjasama yang menjadi unggulan adalah Etalase UMKM dan Bazar Milenial kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang melibatkan 120 UMKM unggulan di platform e-commerce Bukalapak.
 
Menurut Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto, UMKM menjadi sektor yang paling terdampak pandemi covid-19. Oleh karena itu, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang memiliki fungsi agen pembangunan, Bank Mandiri terus berinisiatif untuk meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan UMKM yang menjadi binaan.
 
Bank Mandiri menjawab tantangan ini dengan melakukan edukasi dan implementasi digitalisasi transaksi kepada pelaku bisnis UMKM yang bertujuan untuk memberikan kemudahan untuk memasarkan produknya melalui platform belanja daring yang telah bekerjasama dengan Bank Mandiri, omnichannel platform, hingga platform berbasis Whatsapp. Seluruh platform tersebut disesuaikan dengan preferensi pelanggan dari masing – masing UMKM dan tentunya memberikan pengalaman baru bagi pelanggan dalam berbelanja produk UMKM dengan tetap menerapkan social distancing.
 
“Tak hanya display produk, sebagian pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk tampil sebagai narasumber talkshow di program FDN itu, untuk bercerita tentang proses produksi serta tantangan dalam berusaha, khususnya di periode pandemi ini,” kata Aquarius, seraya menambahkan bahwa program talkshow tersebut dapat diakses melalui www.festivaldiskonnasional.com.
 
Dia melanjutkan, pelaku UMKM binaan diundang berjualan pada platform tersebut antara lain nasabah debitur KUR, debitur Kredit Usaha Mikro (KUM), alumni program Wirausaha Muda Mandiri dan peserta program Rumah BUMN.
 
Pelanggan akan sangat dimudahkan karena telah tersedia berbagai opsi pembayaran melalui kartu debit, kartu kredit, uang elektronik dan transfer melalui virtual account (VA). Selain itu metode penerimaan barang dapat disesuaikan dengan preferensi pelanggan apakah diantar langsung ke titik lokasi (delivery), diambil pada lokasi toko (pickup/takeaway) maupun disajikan langsung pada lokasi (dine in).

“Sebagai bagian dari promo, kami juga menyiapkan program potongan harga hingga maksimal 50 persen dengan menggunakan alat pembayaran Mandiri Kartu Kredit dan Mandiri Debit, di luar promo potongan harga langsung dari merchant UMKM binaan. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan transaksi pembelian produk UMKM di event yang menargetkan kunjungan lebih dari 2 juta konsumen,” katanya.
 
Produk UMKM binaan yang dipromosikan pada perhelatan FDN yang berlangsung 16-31 Desember 2020 antara lain produk fashion, kuliner, craft, hobby dan leisure activities.

 
“Dalam mengurasi UMKM binaan yang diundang untuk ikut dalam program FDN ini, kami juga menggunakan beberapa kategori, antara lain jenis produk yang dihasilkan, kemampuan produksi serta tingkat pemahaman atas transaksi online,” katanya.
 
Di samping kegiatan pemasaran, Aquarius menyebutkan, pihaknya juga terus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui penyaluran kredit produktif. Realisasinya, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp85,2 triliun hingga Oktober 2020.
 
Nilai penyaluran tersebut sebagian merupakan penyaluran kredit segmen UMKM yang dilakukan dalam skema PEN sebesar Rp27,1 triliun per 31 Oktober 2020. Jumlah ini telah meningkat menjadi Rp36 triliun pada 14 Desember 2020 lalu.
 
“Sedangkan untuk kredit segmen UMKM terdampak covid-19 yang disetujui untuk direkstrukturisasi sesuai dengan POJK 11/2020 telah mencapai Rp33,6 triliun per 31 Oktober, atau Rp33,8 triliun per 14 Desember 2020,” katanya. (*/Raden)