Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Banten Selama Tahun 2021 Tumbuh Positif 4-5 Persen

33
(kiri-kanan) Deputi Kepala Perwakilan SP PUR MI (Sistem Pembayaran PUR MI) BI Banten Erry P. Suryanto, Kepala KPw BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja dan Deputi Kepala Perwakilan Perumusan dan Implementasi KEKDA BI Banten Gunawan menyampaikan Taklimat Laporan Perekonomian Provinsi Banten Periode Agustus 2021 di Gedung BI Banten, Jumat (24/9). (Foto/RadenWarna/Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten memproyeksi pertumbuhan ekonomi di Banten sepanjang tahun 2021 sebesar 4-5 persen. Proyeksi tersebut berada dibawah pertumbuhan ekonomi Banten pada Triwulan ke II 2021 sebesar 8,95 persen.

Kepala KPw BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan ke II tersebut, salah satunya disesbabkan adanya momen hari perayaan keagamaan nasional (HPKN), sehingga daya beli masyarakat meningkat.

“Kalau kita sandingkan dengan periode sebelumnya kita lihat ada HPKN juga. Hingga triwulan ke IV 2021 ekonomi Banten akan tumbuh positif meskipun sedikit lebih rendah,” kata Erwin kepada awak media, dalam agenda Taklimat Laporan Perekonomian Provinsi Banten Periode Agustus 2021 di Gedung BI Banten, Jumat (24/9).

Erwin menuturkan, ada tiga indikator perekonomian Banten tumbuh positif pada triwulan III 2021 yakni, sektor industri, perdagangan dan konstruksi.

“Seperti insdustri baja, kimia dan pembangunan akhir tahun, akan membuat pemerintah untuk spent (menganggarkan-Red) anggaran supaya bisa diserap oleh masyarakat,” ujar Erwin.

Hal senada disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Perumusan dan Implementasi KEKDA BI Banten Gunawan, pertumbuhan ekonomi Banten akan tumbuh positif tetapi tidak seperti triwulan II 2021.

“Kita terbantu dengan adanya HPKN, di triwulan III 2021 ini ada PPKM darurat yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu selama tahun 2020 ekonomi Banten turun tajam sehingga kalau saya hubungkan naik sedikit saja sudah terasa pertumbuhannya,” imbuh Gunawan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan SP PUR MI (Sistem Pembayaran PUR MI) BI Banten Erry P. Suryanto menambahkan, selama bulan Agustus 2021 transaksi tunai di Banten mengalami perlambatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Jadi kalau kita lihat, pada bulan Juli 2021 transaksi tunai di Banten mencapai Rp1,2 triliun namun dibulan Agustus ini hanya mencapai sengahnya atau sekitar Rp500 miliar. Namun tercatat hingga pertengahan September ini sudah bisa melampaui transaksi bulan Agustus, ini jadi indikasi positif untuk pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2021,” ujar Erry.

Masih kata Erry, disektor sistem pembayaran non tunai dengan sistem pembayaran melalui QRIS, di Banten mengalami peningkatan yang signifikan, tercatat hingga 17 September 2021 sudah ada 711.551 merchant yang menggunakan QRIS.

“Baru sekitar 88,81 persen, dari target kita sebanyak 801.200 merchant, hal ini menunjukan bahwa selama terjadi penurunan di transaksi tunai, ada peningkatan di transaksi non tunai,” tutup Erry. (Raden)