Bank Danamon Cetak Laba Bersih Rp 632 Miliar di Kuartal III-2020

14
Foto: Dok. Bank Danamon

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Hingga kuartal ketiga tahun 2020, raihan laba bersih PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) tumbuh menjadi Rp 632 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadikan total laba bersih setelah pajak (NPAT) bank untuk sembilan bulan pertama tahun 2020 menjadi Rp 1,48 triliun. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) naik 9 persen dibandingkan setahun yang lalu.

Pertumbuhan laba pada kuartal ketiga ini didukung oleh, antara lain, pendapatan nonbunga dan perbaikan kualitas asset. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada tingkat 3.2 persen atau membaik 90 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Biaya kredit atau Cost of Credit juga membaik 54 persen secara kuartalan.

“Pada kuartal ketiga tahun 2020, kinerja keuangan kami menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini menggarisbawahi kemampuan Bank untuk menghadapi iklim usaha yang menantang di tahun 2020. Selain pertumbuhan pada laba kuartalan, kami juga mampu mengelola NPL serta menyediakan biaya pencadangan yang lebih kuat,” kata Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki dalam keterangan tertulis, Selasa (21/10).

Didukung oleh kolaborasi yang kuat dengan MUFG, kredit kepada segmen Enterprise Banking terus berekspansi dengan pertumbuhan sebesar 26 persen dibandingkan setahun yang lalu. Pendanaan melanjutkan tren penguatan dimana Giro dan Tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) tumbuh 13 persen secara setahunan. Pertumbuhan ini membawa rasio CASA pada tingkat yang sehat yaitu 51,5 persen.

“Kami juga bangga mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional. Baru-baru ini, kami menerima tiga penghargaan penting, yaitu Best Digital Bank 2020 dari Asiamoney, Highly Commended, Best Digital Banking Initiative Trailblazer Awards 2020 dari Retail Banking International, dan DX 2020 Gamechanger dari IDC. Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan komitmen berlanjut kami untuk menghadirkan solusi, produk dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” tambah Yasushi Itagaki,” katanya.

Kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 26 persen dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 53,1 triliun, pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG. Segmen Perbankan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kredit kepada segmen Consumer masing-masing berada pada Rp 25,8 triliun dan Rp 11,6 triliun pada akhir September 2020.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance mencatat pembiayaan total sebesar Rp 45,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, di tengah perlambatan pada industri otomotif.

Total portofolio kredit dan trade finance tercatat sebesar Rp 137,9 triliun pada akhir September 2020.

Bank Danamon menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. Sebagai hasilnya, rasio kredit bermasalah atau NPL pada akhir semester pertama 2020 tercatat membaik di posisi 3,2 persen pada akhir kuartal ketiga 2020. Bank Danamon pada saat yang sama membantu nasabah yang terkena dampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit.

Pendapatan komisi atau fee income berjumlah Rp 2,58 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini didukung oleh pertumbuhan dari Bancassurance sebesar 23 persen dan keuntungan kegiatan treasuri melalui perdagangan marketable securities dan valuta asing yang tumbuh 109 persen.

Bank Danamon terus fokus terhadap pendanaan granular bertumbuh 12 persen dibandingkan setahun yang lalu. Giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13 persen secara setahunan. Sampai dengan September 2020, CASA mencakup lebih dari setengah total dana pihak ketiga Bank Danamon dengan rasio CASA sebesar 51,8 persen. Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 89,8 persen menunjukkan tingkat likuiditas Bank yang tinggi.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya setelah penetapan status sebagai Bank BUKU 4. CAR konsolidasian tercatat pada 24,9 persen pada akhir September 2020 dimana modal tier-1 berada pada Rp 38,4 triliun. (Red)