Selasa, 25 Juni 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Bank bjb Raih Laba Rp2,1 T di Tahun 2023, Perkuat Konglomerasi dan KUB

Budi Man

| 6 Maret 2024

| 09:00 WIB

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi (kedua-kiri) berfoto bersama jajarannya di Jakarta. Foto: DOK bjb.

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM-Bank bjb meraih laba Rp 2,1 triliun dan laba setelah pajak sebesar Rp 1,7 trilliun pada tahun 2023. Nilai tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencatat laba Rp 8,4 triliun menjadi Rp7,06 triliun.

Secara finansial, bank bjb mencatatkan beberapa pencapaian, termasuk pertumbuhan kredit sebesar 7,5 persen year on year pada kuartal keempat 2023.

Adapun Consumer Loan, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi optimis dengan Yield 12,2 persen, mampu tumbuh 6.3 persen secara year on year. 

Hal itu dapat terlihat dari Consumer Loan sebagai Captive Market masih memiliki peluang yang baik, dari pembukaan penerimaan ASN setelah periode moratorium yang panjang serta alih fungsi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).  

Apalagi secara populasi, tenaga P3K di Jawa Barat dan Banten telah bertambah 18.157 individu sepanjang semester kedua tahun 2023 saja, demikian juga dengan tenaga P3K yang menjadi debitur bank bjb, mendorong pertumbuhan bisnis konsumer dari 5,6 persen year on year pada triwulan kedua, menjadi 6,3 persen year on year pada triwulan keempat, dengan rate 25 sampai 50 basis poin diatas untuk loan baru yang dibukukan.

Untuk Dana Pihak Ketiga, tumbuh mengimbangi penyaluran kredit yang diberikan dengan menjaga LDR yang optimal per Desember sebesar 87,5 persen, sekaligus rasio-rasio likuiditas lainnya sesuai ketentuan regulator yang ada. 

Dimana total Dana Pihak Ketiga sampai dengan Desember tercatat sebesar Rp 136,6 trilliun, menjaga dampak kenaikan suku bunga melalui rebalancing aset dan liabilitas yang sensitif dengan memastikan kondisi likuiditas terjaga dengan baik.

Sementara mengacu pada Rasio keuangan, biaya dana per Desember cenderung flat dimana Cost of Fund berada pada level 4,3 persen. 

“Dengan kembali dipertahankannya seven days repo rate menjadi 6 persen, kami harus melakukan manajemen aset dan likuiditas yang lebih optimal, menyikapi kondisi “Higher for Longer”. Rasio kredit macet alias Non Performing Loan (NPL) mampu dijaga rendah di level 1,35 persen dengan Loan Coverage pada level 113,5 persen dengan Rasio CAR pada level 20,1 persen dan Tier-one rasio pada level 15,3 persen,” ujarnya, dikutip Rabu (6/3/2024). 

Yuddy Renaldi melanjutkan, di tahun 2023 bank bjb telah melakukan konsolidasi bisnis lewat pengembangan usaha secara grup melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB). 

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top