Asyeek! Belanja di Pasar Baru Kranggot Cilegon Sudah Bisa Pakai QRIS

36
Siap Qris
Walikota Cilegon Helldy Agustian (kanan) mengoperasikan aplikasi SIAP QRIS saat bertransaksi dengan salah satu pedagang sayuran di Pasar Baru Kranggot Cilegon, Kamis (16/12/2021). (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten bersama Bank BRI dan Bank BJB terus berupaya memperluas akseptasi pembayaran digital, melalui fasilitasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan di Provinsi Banten.

Hal itu dilakukan salah satunya melalui Pencanangan Piloting SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS dan Launching Retribusi Pasar Baru Kranggot, Kamis (16/12/2021).

“Ini merupakan program bersama antara Bank Indonesia dengan Kementerian Perdagangan dan juga dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk mendorong penggunaan digitalisasi di pasar,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja kepada wartawan.

Erwin menyampaikan, pihaknya memilih Pasar Baru Kranggot menjadi salah satu piloting projek aplikasi Siap QRIS lantaran pasar tersebut berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

“Juga Pasar Baru Kranggot ini menjadi penyedia informasi harga pangan strategis yang sangat bermanfaat sekali untuk memonitor pergerakan harga pangan dan beberapa bahan pokok lainnya di Provinsi Banten,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, piloting projek aplikasi Siap QRIS sudah dilakukan Bank Indonesia di Mall Of Serang (MOS) dan di Bintaro, Tangerang Selatan.

Erwin mengungkapkan, penggunaan aplikasi Siap Qris itu diyakini memiliki sejumlah manfaat dalam transaksi jual beli. Pasalnya, pembeli tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan pembayaran. Hal itu juga dapat membantu mengurangi penularan COVID-19.

Dari 2.438 pedagang di Pasar Baru Kranggot Cilegon, Erwin mengklaim sudah 50 persen para pedagang mengadopsi aplikasi Siap Qris.

“Saat ini sudah 50 persen yang sudah mengadopsi QRIS, kami harapkan nanti bisa sampai 100 persen untuk seluruh pedagang di sini sudah bisa melakukan adopsi QRIS,” ucapnya.

Erwin menyadari, tidak semua pedagang di Pasar Baru Kranggot Cilegon mampu mengoperasikan aplikasi Siap QRIS, oleh karena itu pihaknya akan melakukan akselerasi untuk edukasi dan sosialisasi agar para pedagang mempunyai digital mindset.

“Rasanya untuk penggunaan QRIS ini dengan smartphone yang sederhana itu sudah bisa dilakukan. Jadi kami harapkan para pedagang juga siap masuk ke dalam era digitalisasi,” ujarnya.

Sementara, Walikota Cilegon Helldy Agustian menyambut baik terkait terpilihnya Pasar Baru Kranggot Cilegon menjadi salah satu tempat penerapan aplikasi Siap QRIS dari Bank Indonesia.

“Sangat mengapresiasi Bank Indonesia, bank-bank terkait ada BJB, BRI yang notabene bersama-sama untuk dapat mensosialisasikan Siap QRIS ini di Pasar Baru Kranggot,” katanya.

Helldy juga merasakan langsung sejumlah manfaat dari aplikasi Siap QRIS saat bertransaksi. Menurutnya, aplikasi tersebut lebih nyaman dan transparan.

“Tadi sudah diuji coba secara langsung, cepat ya hitungannya detik, langsung bayar, bertambah saldo pedagangnya. Juga lebih nyaman dan aman menghindari adanya uang palsu,” tutupnya.***