Asmawi Idris Jadi Pelopor Kuliner Bontot Khas Serang

100
Asmawi Idris bersama Janah merupakan pengusaha kuliner bontot. Foto/Raden/ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Asmawi Idris (72) mengaku dirinya sebagai pelopor kuliner bontot yang terkenal akan cita rasa gurihnya tersebut.

Kuliner yang terbuat dari bahan dasar ikan payus dan tepung tapioka ini banyak digemari oleh masyarakat Banten. Bahkan Asmawi pernah diminta produksi satu kontainer Bontot dalam satu pekan oleh pembeli dari Arab Saudi.

“Tahun 2000 ikan payus ini tidak ada harganya, namun ketika saya berhenti bekerja di empang sejak saat itu saya bersama istri (Janah) mulai produksi Bontot, dan banyak masyarakat ikut membuat bontot,” kata Asmawi kepada Ekbisbanten.com di Kampung Domas, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Selasa (2/2).

Dikatakan Asmawi, usaha rumahan yang dikelola olehnya ini bernama Lidah Punya Rasa (LPR), dan sudah mulai dirampungkan pemberkasan usaha sejak tahun 2007.

“Sebelum pandemi Covid-19 kami produksi setiap hari sebanyak 30 kilogram ikan payus, namun sejak ada pandemi hanya 15 kilogram, itupun 3 hari sekali,” ujarnya.

Masih kata Asmawi, selain Bontot ia juga memproduksi olahan ikan payus lain seperti kerupuk dan keropcok ikan payus.

“Harga bontot mulai dari Rp10-15 ribu, kalau kerupuk Rp35 ribu perkilogramnya, karena tanpa pengawet makanan, bontot sendiri hanya mampu bertahan 3 hari saja,” paparnya.

Aswami melanjutkan, bontot merupakan produk olahan yang dibuat secara turun-temurun. Jadi kata Asmawi, satu usaha rumahan botot akan berbeda rasanya dengan bontot ditempat lain.

“Oleh karena itu walaupun banyak yang bikin bontot tapi soal rasa kita yang juara. Untuk penjualan sendiri kami masih jual dirumah saja dan kalau mau pesan bisa hubungi nomor 085694426926 (telepon),” pungkas Asmawi. (Raden)