Antisipasi Penyebaran PMK, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Tangerang

16
Pemkab Tangerang
(FOTO: PEMKAB TANGERANG).

EKBISBANTEN.COM – Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meningkat. Untuk mengantisipasi penyebaran tersebut terhadap hewan ternak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membentuk tim satuan tugas (Satgas) pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengungkapkan, kendati penyakit tersebut belum ditemukan, Pemkab melakukan pencegahan secara dini sehingga diperlukan satgas di internal DPKP Kabupaten Tangerang.

“Ketika indikasi PMK ini masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang, maka langkah pertama kita lakukan surveilans atau investigasi ke lapangan oleh Satgas pengendalian penyakit hewan,” katanya.

Adapun, lanjut Asep, Pembentukan tim reaksi cepat pencegahan dan pengendalian penyakit hewan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pertanian dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

“Tim ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran PMK dan jika diperlukan, akan dibentuk juga Satgas Pencegahan dan Pengendalian PMK lintas sektor OPD dan melibatkan jajaran Polri/TNI,” tambahnya.

Asep menjelaskan, tugas dan fungsi tim Satgas ini nantinya akan melakukan pendataan populasi hewan,  pengawasan dan pengecekan secara rutin dan bila diperlukan dilakukan uji sampling di laboratorium.

“Jika ditemukan hewan bergejala PMK maka dilakukan penghentian dan pemulangan pendistribusian hewan ternak,” jelas Asep.

Lebih lanjut, Asep menuturkan, sejauh ini di wilayah Kabupaten Tangerang belum ditemukan adanya indikasi penyebaran PMK pada sejumlah hewan ternak setempat.

“Sejauh ini belum ada, masih aman dan kami telah melakukan sosialisasi PMK kepada para perwakilan peternak yang ada di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022. Untuk itu saya mengimbau kepada para peternak untuk tetap waspada dan melapor jika ada gejala-gejala penyakit pada hewan,” tandasnya.

Diketahui, PMK ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV) yang bersifat menular akut pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, kambing dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90 sampai 100 persen.*