Sabtu, 20 Juli 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Angkat Budaya Baduy, Film ‘Lima Pare’ Juara 3 Nasional di Kompetisi Eagle Award

Raden Warna

| 8 September 2023

| 16:00 WIB

Lima Pare
Cover Film Lokal Lima Pare. (Foto/Istimewa)

EKBISBANTEN.COM – Karya film lokal di Provinsi Banten, “Lima Pare” sukses menjadi juara ke 3 dalam kompetisi Eagle Award tahun 2022.

Kompetisi film yang diikuti oleh berbagai daerah si Indonesia tersebut mengangkat tema “Indonesia Bersinar Makin Cakap Digital” digagas oleh Eagle Institut bersama Kemenkominfo.

Sutradara Film Lima Pare Ilham Aulia Jafra mengatakan, film tersebut mengangkat tentang masyarakat suku Baduy yang secara adat dan tradisi masih memegang teguh aturan adat, namun di sisi lain masyarakat Baduy ternyata cakep secara teknologi baik itu terlebih dalam dunia digital.

“Film ini bercerita tentang dua sosok anak muda Baduy gitu, yang mereka membagikan aktivitas nya sehari-hari dalam hal adat istiadat dalam hal kewajiban adat dalam hal aturan yang kemudian diinformasikan kedalam media sosialnya sehari-hari,” ujar Jafra saat dikonfirmasi ekbisbanten.com, Jumat (8/9/2023).

Jafra melanjutkan, film yang berdurasi 23 menit diproduksi dalam waktu 2 bulan tersebut, mampu mengalahkan kompetitor dari daerah lain seperti dadi Depok, Sumbawa, Gorontalo dan Kalimantan Utara. Menariknya film Lima Pare mengangkat nilai budaya secara real dan dalam kondisi sebenarnya masyarakat Baduy tidak gagap teknologi.

Link menonton film Lima Pare:https://youtu.be/LhKNxBiOcX8?si=gPJSkOjSbARgtMUE

“Hal ini dapat dilihat dengan konten-konten mereka yang itu dibuktikan dengan followers mereka di Instagram yang jumlahnya sudah puluhan ribu dan subscriber mereka yang banyak,” imbuh Jafra.

Dalam waktu dekat, pihaknyak juga akan memproduksi film dokumenter tentang Banten, terutama berkaitan dengan issue populis di Banten terutama tentang agraria dan fenomena seosial.

“Termask juga, film tentang masyarakat pulau Shanghiang yaang homonatura, yaitu bercerita tentang nasyarakat pulau Shaghiang diusir dengan menggunakan babi,” tukasnya.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top