Analisa Saham: Saham Properti Potensial Sepekan Ke Depan (11 – 15 Oktober 2021)

26
Dok/ 99.co

EKBISBANTEN.COM – Sektor properti berpotensi kembali bangkit di tengah keterpurukan karena Pandemi COVID-19. Pemerintah pun mau tidak mau memberikan stimulus pada sektor properti dengan menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta kebijakan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti.

Kebijakan tersebut rupanya mulai membuahkan hasil di mana penjualan properti mulai mengalami kenaikan dan menimbulkan multiplier effect yang tidak kecil bagi perekonomian dalam negeri.

Pemerintah mengklaim serapan tenaga kerja langsung di industri properti pada semester II-2021 mencapai 19 juta orang.
Pada minggu ini saham-saham sektor properti masih patut untuk dilirik sejalan dengan perkembangan industrinya. Berikut saham-sahamnya:

Melansir rilis resmi dari Ajaib Sekuritas Seni (11/10), berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 8 Oktober 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

  1. PT Agung Podomoro Land Tbk – APLN

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham APLN masih terkoreksi 22 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp145 per lembar sahamnya;

Saham APLN tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp4 miliar per harinya;

Volume perdagangan pada saham APLN dalam 30 hari terakhir mencapai 6.142.864 lot.

Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham APLN mencapai 6.142.864, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham APLN dari periode sebelumnya yang tercatat 3.650.551 atau ada peningkatan sebesar 168 persen.

APLN telah menggelar groundbreaking premium club house Kota Podomoro Tenjo di kawasan Kabupaten Bogor. APLN dapat memastikan bahwa potensi pasar untuk penduduk di Kabupaten Bogor masih sangat besar. Sejak awal diluncurkan pada Agustus 2020, Kota Podomoro Tenjo sudah berhasil menjual lebih dari 2.400 unit rumah.

Analisis Teknikal

Sejak 30 September 2021 APLN mulai rebound memasuki fase bullish. Harga ditutup di atas MA 5, 20, dan MA 50 nya. Volume naik cukup signifikan dengan indikator stochastic dan MACD yang bergerak ke atas, masih terlihat potensi APLN untuk bergerak menguat menguji resistance terdekat di level 148, support 140. Cut loss jika break 138

2. PT Alam Sutera Realty Tbk – ASRI

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham ASRI masih terkoreksi 24% sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp190 per lembar sahamnya;

Saham ASRI tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp12 miliar per harinya;

Volume perdagangan pada saham ASRI dalam 30 hari terakhir mencapai 13.530.663 lot;

Pada kuartal II 2021 ASRI mencatat rugi bersih sebesar Rp 244,9 miliar dimana kerugian ini membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp. 512,5 miliar. Hingga Agustus 2021 ASRI berhasil mencatat marketing sales sebesar Rp 2 triliun dimana pencapaian tersebut sudah sebesar 62,5 persen dari target marketing sales nya sebesar Rp 3,2 triliun sepanjang tahun 2021 ini. Sampai dengan Agustus 2021, ASRI telah meluncurkan beberapa proyek baru diantaranya adalah Cluster Bayu Premier Suvarna Sutera, serta ruko Fedora yang berada di kawasan Suvarna Sutera, Tangerang.

Analisis Teknikal

ASRI bergerak dalam trend bullish jangka pendek nya, harga ditutup diatas MA 5, 20 dan MA 50 nya dengan kenaikan volume yang cukup signifikan. ASRI masih berpotensi untuk menguat dan akan uji resistance terdekat di level 194, jika breakout level tersebut ada potensi ASRI ke 200. Support 185 cut loss jika break 182.

  1. PT Bumi Serpong Damai Tbk – BSDE

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham BSDE masih terkoreksi 13 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp1.100 per lembar sahamnya;

Saham BSDE tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp41 juta per harinya;

Volume perdagangan pada saham BSDE dalam 30 hari terakhir sebanyak 7.978.572 lot.

Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham BSDE mencapai 7.978.572, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham BSDE dari periode sebelumnya yang tercatat 6.927.317 atau ada peningkatan sebesar 115 persen.

BSDE berhasil mencatat kinerja yang luar biasa, pada periode Semester 1 2021 BSDE berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 680 miliar dimana jumlah tersebut naik 254,17 persen dibanding dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp192 miliar. Secara prospek BSDE juga tengah mempersiapkan bisnis barunya yaitu data center. BSDE berencana untuk mendiversifikasi portofolio segmen bisnisnya meskipun masih konsisten dengan bisnis properti yang paling utamanya. BSDE masih memiliki landbank yang memadai untuk mendukung rencana pengembangan bisnis data centernya. BSDE memiliki land bank sebesar 4.300 hektar dan 2300 hektar diantaranya berada di BSD City.

Analisis Teknikal
Sejak tanggal 4 Oktober 2021, BSDE telah mampu breakout level resistance dalam fase sideways-nya di level 1035, saat ini masih dalam fase bullish jangka menengah. Resistance terdekat di level 1155, support 1085. Cut loss jika break 1080.

  1. PT Ciputra Development Tbk – CTRA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham CTRA naik 1 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp1.050 per lembar sahamnya;

Saham CTRA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp41 miliar per harinya;

Volume perdagangan pada saham CTRA dalam 30 hari terakhir mencapai 8.619.480 lot;

Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham CTRA mencapai 8.619.480, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham CTRA dari periode sebelumnya yang tercatat 5.587.092 atau ada peningkatan sebesar 154 persen.

Secara kinerja CTRA berhasil mencatat laba bersih yang naik hingga 185% yaitu sebesar Rp 483,47 miliar pada periode Semester 1 2021 ini dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp169,51 miliar. Mayoritas penjualan CTRA pada semester 1 2021 ini berasal dari segmen rumah huni dan ruko yaitu sebesar Rp2,04 triliun naik 31,61 persen.

CTRA semakin optimis mengingat kebijakan pemerintah pada sektor properti masih diberlakukan seperti pemberian insentif PPN dan realisasi DP 0 persen. Hingga Agustus 2021, marketing sales CTRA telah mencapai Rp4 Triliun dengan target tahun ini adalah sebesar Rp5,9 triliun.

Analisis Teknikal
Sejak 30 September 2021, CTRA mulai rebound bergerak bullish dan berhasil breakout resistance fase sideways nya di level 1000. CTRA ditutup di atas MA 5, 20 dan 50 nya. Dengan potensi kenaikan pada resistance terdekat di level 1070, kemudian 1100. Cut loss jika break 1015.

  1. PT Intiland Development Tbk – DILD

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham DILD masih terkoreksi 17 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp183 per lembar sahamnya.

Saham DILD tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp2 miliar per harinya.

Volume perdagangan pada saham DILD dalam 30 hari terakhir mencapai 3.158.948 lot.

Pada periode semester 1 2021 DILD berhasil mencatat penjualan rumah tapak mencapai Rp347 miliar atau 36 persen dari total keseluruhan pencapaian marketing sales yang diraih sebesar Rp943 miliar atau naik 174,6 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

DILD masih memiliki proyek-proyek besar yang dapat langsung serah terima juga mulai dari rumah tapak, apartemen maupun perkantoran diantaranya yaitu 1 Park Avenue/The Hamilton, Regatta, Aeropolis, dan di Surabaya juga memiliki Graha Gold, Praxis, The Rsebay, Sumatra36, dan Spazio Tower.

Analisis Teknikal
DILD saat ini berada dalam fase bullish jangka menengah, ditutup di atas MA 5,20 dan 50. Stochastic di area overbought, MACD positif. Resistance terdekat di level 190, support 181, cut loss jika break 179.

  1. PT Jaya Real Property Tbk – JRPT

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham JRPT masih terkoreksi 18 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp490 per lembar sahamnya;

Saham JRPT tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp1,6 miliar per harinya;

Volume perdagangan pada saham JRPT dalam 30 hari terakhir mencapai 705.549 lot.

Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham JRPT mencapai 705.549, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham JRPT dari periode sebelumnya yang tercatat 360.327 atau ada peningkatan sebesar 195 persen.

Pada periode kuartal II 2021 JRPT mencatat laba bersih sebesar Rp367,6 miliar. Kontributor penjualan produk JRPT diantaranya adalah 50 persen dari Bintaro Jaya sebesar Rp231 miliar, 33 persen dari proyek Puri Jaya (Grand Batavia) sebesar Rp68 miliar, Jaya Imperial Park sebesar Rp49 miliar dan Serpong Jaya sebesar Rp36 Miliar, kemudian 17 persen nya berasal dari segmen kondominium yang terdiri dari Bintaro Plaza Residence sebesar Rp38 Miliar, The Accent Rp5 miliar, Silktown Rp9 Miliar dan Emerald sebesar Rp25 miiar.

Analisis Teknikal
JRPT berada dalam fase bullish jangka pendek nya, ditutup di atas MA 5, 20 dan 50. Resistance terdekat di level 496, kemudian 504. Jika mampu menembus level 496 tersebut maka JRPT berpotensi bergerak naik karena berhasil breakout resistance pola double bottom nya. Cut loss jika break 478.

  1. PT Lippo Cikarang Tbk – LPCK

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham LPCK masih terkoreksi 29 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp1.020 per lembar sahamnya;

Saham LPCK tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp3 miliar per harinya.

Volume perdagangan pada saham LPCK dalam 30 hari terakhir mencapai 708.556 lot.

Pada periode semester I-2021 SIMP berhasil mencatat kinerja yang positif dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian. SIMP berhasil mencatat laba yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar, dimana jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp301 miliar pada semester 1 2020. Kenaikan penjualan SIMP terdorong dari kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit dan produk minyak & lemak Nabati (EOF) serta kenaikan volume penjualan produknya yaitu EOF, ASP, CPO dan PK yang masing-masing nya naik sebesar 26 perse yoy dan 62 persen yoy.

LPCK berencana untuk meluncurkan klaster komersial dan residensial di Waterfront Estates. LPCK berharap bahwa peluncuran tersebut dapat membantu memenuhi target penjualan pemasaran. LPCK optimis bahwa produknya akan berpotensi menarik minat konsumen mengingat daerah sekitarnya juga sedang dalam pembangunan infrastruktur LRT Cawang-Bekasi Timur.

Analisis Teknikal
Sejak 10 September 2021, LPCK bergerak bullish dalam fase jangka pendeknya. Ditutup di atas MA 5, 20 dan 50 nya. Stochastic goldencross bergerak ke atas dan MACD positif. Resistance terdekat di 1050, support di 1000. Cut oss jika break 985.

  1. PT Pakuwon Jati Tbk – PWON

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham PWON naik 1 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp525 per lembar sahamnya;

Saham PWON tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp22 miliar per harinya.

Volume perdagangan pada saham PWON dalam 30 hari terakhir mencapai 9.023.160 lot.

Pada periode Kuartal II 2021 PWON mencatat laba bersih sebesar Rp. 464,6 miliar, dimana jumlah tersebut tercatat turun dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 482,6 miliar.

Namun PWON masih memiliki aset berupa landbank yang mencapai 460 hektar. Dan PWON juga optimis pendapatan nya sepanjang tahun 2021 bisa naik 25 persen hingga 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

PWON optimis mengingat dari sisi stimulus berupa subsidi PPN dapat mendorong kinerjanya.

Analisis Teknikal
Sejak 2 Agustus 2021 PWON bergerak rebound memasuki fase bullishnya. Pada perdagangan pekan lalu, ditutup tepat pada MA 5 nya di level 525 dan diatas MA 20 dan MA 50 nya, muncul candlestick bullish harami yang merupakan sinyal bullish continuation. Resistance terdekat pada level 540, support 520. Cut loss jika break 515.

  1. PT Summarecon Agung Tbk – SMRA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

Harga saham SMRA melesat 14 persen sejak awal tahun hingga tanggal 8 Oktober 2021 pada harga Rp920 per lembar sahamnya.

Saham SMRA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp46 miliar per harinya.

Volume perdagangan pada saham SMRA dalam 30 hari terakhir mencapai 10.749.108 lot;

Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham SMRA mencapai 10.749.108, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SMRA dari periode sebelumnya yang tercatat 8.230.199 atau ada peningkatan sebesar 130 persen.

SMRA mampu mencatat kinerja yang positif pada periode kuartal II 2021. SMRA berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp. 108,5 miliar dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp. 10,2 miliar.

Pada semester 1 2021 SMRA juga mampu mencatat marketing sales mencapai 75 persen sebesar Rp. 3 triliun dari target tahun ini. Untuk kedepan nya, SMRA akan meluncurkan beberapa produk baru di protek township eksisting. SMRA juga akan fokus pada penjualan rumah seharga Rp. 1 miliar – Rp. 2 Miliar .

Analisis Teknikal
Sejak 4 Oktober 2021, SMRA muncul candle long white marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, dan saat ini bergerak konsolidasi jangka pendeknya. Harga di tutup di atas MA 5, 20 dan 50. Stochastic goldencross diarea overbought, MACD positif. SMRA mencoba uji resistance terdekat di level 945. Support di level 905. Cut loss jika break 900.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi. (*/Raden/Ajaib)