Anak Gagal Masuk SMA Pilihan, Orang Tua Laporkan Dugaan Kecurangan PPDB ke Inspektorat Banten

Orang tua siswa asal Kota Tangerang Febrianti dan anaknya Arif usai melaporkan dugaan kecurangan PPDB di luar Gedung Inspektorat Provinsi Banten, Kamis (20/7/2023). Foto: Budiman/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Nasib naas dialami salah satu orang tua siswa asal Kota Tangerang Febrianti. Pasalnya, sang anak yang bernama Arif gagal masuk sekolah pilihannya di SMAN 12 Kota Tangerang.

Dia menduga terdapat kecurangan dalam pelaksanaan Penerimanaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Atas kekecewaannya, Febri bersama sang anak mendatangi dan melaporkan dugaan tersebut ke Inspektorat Provinsi Banten.

Mulanya, Febri menceritakan bahwa nama Arif masuk dalam urutan teratas untuk pendaftar lewat jalur prestasi non akademik. Namun pada saat hari penutupan, mendadak nama anaknya hilang dalam daftar.

“Dia ikut jalur prestasi non-akademik, disana saya menemukan kejanggalan-kejanggalan. Pada awal pendaftaran, anak saya dapat peringkat pertama, tetapi pas hari penutupan sudah tidak ada itu nama anak saya,” katanya usai laporan di kantor Inspektorat Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (20/7/2023).

Kejanggalan lain yang Febri endus, ada pada pencatuman jalur masuk zonasi pada putranya. Padahal sang putra mendaftar lewat jalur prestasi non akademik. Ia pun merasa bingung dengan kondisi tersebut.

“Biasanya kan ada urutan-urutan yang jelas yah, saya mempertanyakan kenapa ini kepentalnya di saat hari penutupan PPDB. Lalu kan ini jalur prestasi non akademik, mengapa masih mencantum zonasi jarak, itu juga jadi pertanyaan kita,” ujarnya.

Editor :Rizal Fauzi

Tags

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Scroll to Top