Alhamdulillah.. Pemkot Serang Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-Turut

37

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang kembali mendapatkan penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indoneaia (BPK RI), Rabu (24/6).

Penghargaan tersebut diberikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indoneaia (BPK) Provinsi Banten, dalam agenda penyerahan laporan keuangan tahun 2019,
di Kantor BPK Banten, Kota Serang, Rabu (24/6).

Selain Pemkot Serang, penghargaan opini WTP juga diberikan kepada Pemkab Serang dan Pemkab Tangerang.

WaliKota Serang Syafrudin mengatakan, penghargaan opini WTP ini merupakan salah satu tolak ukur kinerja keuangan pemerintah Kota Serang yang mendekati kebenaran (trasnparan-red).

“Meskipun ada beberapa temuan kejanggalan seperti dana bantuan oprasional sekolah (BOS) yang disalurkan pemerintah pusat, kita masih bisa menangani nya (mendapat opini WTP-red),” ujar Syafrudin kepada awak media.

Dikatakan Syafrudin, dengan diterimanya penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran Pemkot Serang untuk terus melakukan perbaikan pelayanan di Kota Serang.

“Kota Serang masih tertinggal memang jika dilihat dari segi prestasi WTP, namun dengan penghargaan ke tiga ini, kami akan terus melakukan upaya perbaikan dari berbagai fasilitas di Kota Serang,” papar Syafrudin.

Sementara itu,Kepala BPK RI Perwakilan Banten Agus Khotib mengapresiasi seluruh bupati, walikota, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola anggaran dengan transparan dan akuntabel.

“Kewajiban kepada daerah yaitu menyusun dan menyampaikan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kepada DPRD yang akan di periksa oleh BPK,” ujar Agus dalam sambutannya.

Agus menuturkan, BPK juga telah melaksanakan pemeriksaan keuangan dengan standar nasional. Langkah selanjutkan kata Agus, laporan ini akan dilakulan lobi di kantor akuntan publik.

“BPK juga mengimbau supaya Kabupaten dan Kota untuk mencatat seluruh transaksi di laporan keuangan supaya mudah dilakulan investigasi,” tutup Agus. (Raden)