Akibat Covid-19 Utang Pemerintah Melonjak Hingga Rp 5.910,64 Triliun

49
Foto: Antara

EKBISBANTEN.COM –  Posisi utang pemerintah pusat pada November 2020 mencapai Rp 5.910,64 triliun. Angka tersebut naik 18,54 persendibanding periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 4.814,31 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), peningkatan utang tersebut sejalan dengan pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Utang pemerintah pusat semakin didominasi utang dalam bentuk surat bergarga negara (SBN). Sampai dengan akhir November lalu, komposisi SBN mencapai 83,9 persen dari total utang.

Sepanjang tahun 2020, pemerintah memang memperbesar penerbitan SBN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang meningkat akibat pandemi, termasuk SBN ritel.

Sementara dari sisi mata uang, utang pemerintah pusat semakin didominasi utang dalam mata uang rupiah, yang hingga akhir November 2020 mencapai 66,4 persen dari total utang pemerintah.

Menurut Kemenkeu, dominasi mata uang rupiah tersebut seiring kebijakan pengelolaan utang yang memprioritaskan sumber domestik dan penggunaan valas sebagai pelengkap untuk mendukung pengelolaan risiko utang valas.

“Komposisi utang pemerintah juga tetap dijaga dalam batas tertentu sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengatur batasan maksimal rasio utang pemerintah adalah 60 persen,” terang Kemenkeu dalam dokumen APBN KiTA, dikutip Jumat (25/12). (*/Raden)

Sumber: Kontan