Akademisi: Banten Butuh Prodi Vokasi Manajemen Logistik

93
Foto: Istimewa

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Gerry Ganika menyebut perkembangan digitalisasi yang pesat memungkinkan hilangnya berapa jenis usaha berbasis brick store (fisik) yang beralih ke click store (online). Bahkan saat ini, beberapa toko-toko retailer sudah sepi pengunjung.

“Percepatan perlalihan pola belanja dari toko fisik ke toko online tidak hanya didorong oleh kondisi pandemi Covid-19, namun lebih karena pertumbuhan ekosistem pasar digital dan keuangan digital yang semakin baik,” kata Gerry saat ditemui Ekbisbanten.com di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, Rabu (16/12).

Dikatakan Gerry, peralihan pola belanja konsumen menyebabkan perubahan pada sistem logistic di industry ritel secara fundamental, barang-barang konsumsi dikirim dalam jumlah yang kecil dari pabrik, gudang atau wholesale langsung ke rumah konsumen.

“Jangkauan pengiriman dari sebuah usaha ritail semakin luas, menyebabkan penanganan aliran barang menjadi lebih kompleks,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Gerry berpendapat bahwa Untirta harus mengembangkan prodi vokasi Manajemen Logistik untuk menjawab perubahan di dunia industry tersebut.

Perlunya pengembangan program studi vokasi Manajemen logistic tidak hanya untuk menjawab pola belanja yang beralih ke digital, namun untuk mengembangkan potensi pemasaran produk-produk UKM dan pertanian Banten jauh lebih efektif dan efisien.

Pasalnya seluruh kegiatan pemasaran hingga transaksi dapat dilakukan secara digital, namun proses distribusi barang dari penjual menuju konsumen akhir perlu penanganan logistik yang baik.

“Misalnya produk-produk yang rawan rusak dan memiliki siklus produk yang pendek, semua barang harus diatur manajemen logistiknya dengan baik, mulai dari transportasi, penyimpanan, hingga penanganan reverse logistic dari komplain produk yang dikembalikan,” kata pria lulusan S2 Universitas Gajah Mada tersebut.

Masih kata Gerry, potensi ekonomi daerah akan semakin tergali lebih dalam dan luas dengan sistem logistic yang baik, maka salah satu tantangan bagi Banten adalah mengembangkan sistem logistic yang kuat.

“Kendati demikian, pengembangan logistic harus diawali oleh kebutuhan akan tenaga kerja dibidang ini di Provinsi Banten, kemudian melalui pola kerjasama dengan Untirta, maka dapat dibentuk program studi vokasi Manajemen Logistik yang mampu meluluskan sarjana yang kompeten,” jelasnya.

Disisi lain, Untirta harus mampu menyediakan tenaga-tenaga instruktur dan dosen yang berkualifikasi sehingga mampu bersaing dipasar internasional.

“Intinya kebutuhan akan manajemen logistik sangat tinggi namun fasilitas pendidikan pada bidang ini masih sangat terbatas di Banten”, pungkas Gerry. (Raden)