Ada Larangan Mudik, PO Bus di Bitung Diperkirakan Anjlok 70 Persen

13
Foto/tangerangnews

TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Perusahaan otobus yang berlokasi kawasan di Bitung Jaya, Kabupaten Tangerang menyayangkan keputusan pemerintah melarang warga mudik lebaran ke kampung halaman.

Salah satu Sales tiket Bus lintas Jawa dan Sumatera Adi mengatakan, jika mudik lebaran dilarang maka pemasukan akan turun hingga 70 persen.

“Kalau hari biasa dalam sehari bisa menapatkan pemasukan hingga 4-5 juta, kalau Lebaran dilarang buat mencapai Rp1,5 juta saja sudah sangat susah,” kata Adi kepada Ekbisbanten.com di Jalan Raya Serang kilometer 10 – Bitung, Tangerang, Minggi (28/3).

Adi sendiri, menjual tiket bus untuk pemudik yang hendak pergi ke Jawa atau Sumatera. Menurutnya beberapa wilayah tujuan pemudik sudah tidak lagi mengalami zona berbahaya bahkan sudah ada yang masuk zona hijau.

“Harapan kita ya, jangan dilarang aturannya diperjelas, protokolnya diperketat, kan tidak semua tujuan mudik itu ke zona berbahaya, ada ke daerah yang sudah zona kuning atau bahkan hijau,” imbuhnya.

Adi mengaku, berdasarkan tradisi yang sudah berlaku di tahun sebelumnya, saat mudik lebaran, biasanya lonjakan penumpang terjadi saat H-3 Idul Fitri.

“Kalau dilarang ya mau bagaimana, terpaksa kita tutup atau mengikuti arahan manajemen, bisa libur kita satu bulan,” geruti Adi. (Raden)