ACT Banten Gagas Program “Bangkit Bangsaku” Hadapi Resesi Ditengah Pandemi

44

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten meluncurkan program “Bangkit Bangsaku” sebagai upaya menghadapi dampak resesi (penurunan kegiatan ekonomi) yang sedang dihadapi oleh negara Indonesia termasuk Provinsi Banten.

Branch Manager ACT Banten Ais Komarudin mengatakan, tidak hanya di Banten program “Bangkit Bangsaku” juga dilaksanakan serentak di 43 cabang ACT se Indonesia dan dilakukan di 51 Negara.

“Program ini menjadi sebuah doa, setelah ujian yang bertubi-tubu menghampiri Banten, dan bentuk baik sangka semoga menjadi semangat solidaritas dan membangun narasi optimis ditengah gempuran pandemi dan resesi ekonomi,” kata Ais Komarudin di Kantor ACT Banten, Jumat (9/10).

Dia juga mengatakan, beberapa program yang gecar dilaksakaan dalam Bangkit Bangsaku yakni Lumbung sedekah pangan dan wakaf usaha mikro.

“ACT gratiskan puluahan rumah makan untuk masyarakat serta melakukan pembangunan wakaf modal usaha mikro, sudah ada 30 warga Banten dibantu lewat program ini, bantuannya diatas 3 juta dan harus mengembalikan dengan nominal yang sama dengan waktu yang sudah di tentukan,” imbuh Ais Komarudin.

Sementara itu Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Toton Suriawinata yang hadir dalam agenda tersebut menambahkan, Provinsi Banten juga ingin ikut berkontribusi dengan program yang di gagas oleh ACT.

“Kita punya dana hanya saja belum punya masa seperti ACT, tadi disebutkan ada 700 relawan ACT yang tersebar di seluruh wilayah Banten,” kata toton.

Dengan adanya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dikelola oleh Pemprov Banten semoga bisa menjadi jalan untuk melebarkan sayap supaya bisa membantu penyaluran secara lebih luas.

“Semoga kedepan kita bisa berkolaborasi dengan baik bahkan sampai ke negara luar,” pungkas Toton. (Raden)