ACT Banten Bantu UMKM Atasi Hutang Lewat Program Wakaf Modal Usaha Mikro

90

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten baru saja melaunching program Wakaf Modal Usaha Mikro. Bertempat di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang. Agenda ini diharapakan mampu membantu para pelaku usaha dalam segmentasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terbebas dari lilitan hutang dan jeratan riba ditengah pandemi melalui bantuan porgam yang berasal dari dana wakaf ini.

Branch Manager ACT Banten Ais Komarudin menyampaikan, pihaknya meyakini bahwa program Wakaf Modal Usaha Mikro ini berkaitan dengan spirit keimana dan instrumen langit, dan dalam launching awalnya kita laksanakan di Kabupaten Pandeglang yang disebut juga kota santri.

“Mudah mudahan sejalan dengan apa yang kita cita citakan, semoga amanah Wakaf ini bisa dikelola engan baik dan bisa bermanfaat. InsyaAllah kedepannya kita akan kawal terus agar para penerima manfaat dapat memaksimalkan wakaf modal yang diberikan,” kata Ais secara tertulis, Jumat (25/9).

Wakaf Modal Usaha Mikro sendiri adalah bentuk pinjaman berbasis fardu hasan dimana modal yang diberikan akan dikembalikan oleh peminjam dengan nominal yang sama tanpa ada bagi hasil atau bunga.

Ais menekankan bahwa program Wakaf Modal Usaha Mikro ini bukan tentang spirit angka, akan tetapi spirit Iman, modal mungkin tidak terlalu besar akan tetapi karena dikuatkan dengan iman dan cita-cita menghappuskan Riba maka itu akan menghadirkan rezeki yang berkah.

Dede suparman selaku pengurus DKM Masjid Ar-Rahman Pandeglang menyampaikan bahwa pihak majid Ar-Rahman menyambut dengan baik akan adanya Program Wakaf Modal Usaha Mikro ini.

“Harapannya semakin banyak penerima manfaat yang dapat merasakan kemanfaatan dari program ini, karena disekitaran masjid sini terutama masih banyak yang membutuhkan bantuan dana wakaf ini.” ujar dede

“Penerima Program ini kita berikan kepada mereka-mereka para pelaku usaha yang terdampak Covid-19 dan ternyata banyak sekali yang meminjam ke bank keliling dan terjerumus pada Riba. Dan kita hadi rmenjadi problem solver untuk mengatasi jeratan riba yang dirasakan oleh para pelak UMKM ini dan semoga mereka bisa amanah,” tambah Ais komarudin.

Kedepannya program ini akan terus membersamai masyarakat diseluruh wilayah Banten tentunya dengan semakin banyaknya kehadiran dermawan dan para pewakif yang ingin memberikan Wakaf modal usaha kepada masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang terbebas dari jeratan hutan dan riba.

“Dalam program wakaf modal usaha ini Ais mengharapkan para penerima manfaat terus bertambah. Pasalnya, banyak pelaku-pelaku usaha kategori UMKM yang tidak berharap tapi diharapkan dapat terakomodasi oleh program ini,” pungkas Ais. (*/Raden)