ACT Banten Bantu Petani Sawah Luhur Lewat Wakaf Modal Usaha Mikro

52
Foto/ACT Banten

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten memberikan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro melalui program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia untuk para petani di Kelurahan Sawah Luhur.

Team Program ACT Banten Sukma Jaya Laksana mengatakan, program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia adalah salah satu program penyelamatan bangsa terutama disektor ekonomi dengan menargetkan penerima manfaat yang bergelut dalam usaha produksi pangan seperti petani, nelayan dan lainnya.

dalam program ini ACT menargetkan 1 juta petani yang bisa terbantu melalui dana wakaf dengan sistem akad Qodrul hasan (pinjaman modal tanpa bunga) dan memiliki tenor pembayaran sesuai kemampuan penerima manfaat itu sendiri sedangkan untuk Provinsi Banten sendiri ditargetkan 30 penerima manfaat di setiap wilayahnya.

“Program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia ini adalah salah satu bentuk pengembangan program program wakaf sebelumnya dan menyasar kepada kelompok pengusaha mikro yang berprofesi dalam Agrobisnis atau para nelayan yang memiliki usaha homogen,” ujar Sukma saat sedang mendata para petani yang menjadi penerima manfaat program ini, Selasa (24/11).

Petani yang menjadi penerima manfaat dalam program ini adalah para petani yang masuk dalam golongan ekonomi Prasejahtera yang hanya mengandalkan usahanya sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Salah satu petani asal kampung Badamussalam kelurahan Sawah Luhur Sailan mengatakan, setiap kali bertani beliau harus berhutang terlebih dahulu untuk dijadikan modal membeli bibit dan obat tanaman

“Ya kalo musim tani ya waktunya jadi kuli, kadang berhasil kadang ngga hasilnya, kalo lagi ngga berhasil ya ngga bisa bayar hutang, kan ini modalnya minjem dulu.” ujar Sailan yang berprofesi sebagai petani selama 30 tahun.

Bertani dengan meminjam lahan orang lain dengan sistem bagi hasil tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, terkadang dirumahnya pun tak ada yang bisa dimasak

“Ya pak gimana, kadang pagi pagi anak minta jajan buat sekolah juga harus nyari pinjeman ke tetangga dulu karena uang bagi hasil taninya ngga mencukupi jadi harus cari pinjeman sana sini bahkan kadang sampe ngga masak juga,” katanya.

dengan adanya bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro untuk para petani ini beliau sangat berterimakasih dan terbantu karena bisa memiliki modal bertani tanpa meminjam ke orang lain

“Dengan adanya bantuan modal dari ACT ini, alhamdulilah banget bisa buat tambahan modal nanti di musim tanem ini dan sebagiannya bisa jga buat bayar hutang,” tambah Sailan. (*/Raden)