Kecam Israel, Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon Suarakan Peduli Palestina

| Minggu, 15 Desember 2024

| 16:08 WIB

Massa Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon saat menggelar aksi, Minggu, (15/12/2024). Foto: Dok Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon.

CILEGON, EKBISBANTEN.COM-Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon menggelar aksi kemanusiaan mengecam Israel pada Minggu, 15 Desember 2024.

Aksi damai dengan tema “Kirim Tentara Sekarang, Hentikan Genosida Muslim Palestina” itu dilakukan di Landmark Kota Cilegon.

Aksi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, aktivis, hingga pelajar. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan, “Hentikan Genosida di Palestina“Save Al-Aqsa” dan”Khilafah Solusi Umat”.

Takbir dan doa bersama menjadi puncak acara, diiringi seruan kepada seluruh kaum Muslimin untuk terus memperjuangkan keadilan di Palestina.

Aksi ini juga digelar sebagai bentuk solidaritas atas kezaliman yang terus-menerus dilakukan oleh entitas Yahudi Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Massa aksi berjalan kaki dr Masjid Agung Cilegon ke Landmark Kota Cilegon sejauh 1,2 km.

Dalam aksi ini, Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon Untuk Palestina mengangkat fakta terkini yang terjadi di Palestina, termasuk data tragedi kemanusiaan setelah serangan Mujahidin Hamas yang dikenal sebagai “Taufan Al-Aqsa.”

Serangan ini merupakan respons perlawanan rakyat Palestina terhadap kebiadaban rezim zionis Israel yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Berdasarkan laporan organisasi kemanusiaan internasional, hingga Desember 2024, lebih dari 30.000 Warga Palestina dilaporkan telah gugur syahid, termasuk lebih dari 12.000 di antaranya adalah anak-anak,

Dalam orasinya, Ketua LBH Pelita Umat Provinsi Banten Syamsuri selaku koordinator lapangan aksi menegaskan, bahwa genosida yang dilakukan Israel adalah kejahatan kemanusiaan terbesar abad ini.

“Apa yang terjadi di Palestina bukan hanya konflik wilayah, tetapi pembantaian sistematis untuk menghapus eksistensi umat Islam di tanah suci mereka. Dunia harus bertindak, dan kaum Muslimin di seluruh dunia harus bersatu untuk menghentikan ini,” tegasnya.

Syamsuri melanjutkan, aksi ini untuk mengetuk perasaan dan kesadaran umat Islam di Cilegon, khususnya Banten, dan umumnya dunia umumnya agar segera peduli dan menyerukan kepada penguasa untuk mengirimkan tentara.

“Pak Prabowo sebagai Presiden harus segera bertindak untuk mengirimkan tentara tempur untuk melawan tentara Israel pengecut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Israel dengan dukungan militer dari negara-negara Barat, terus melancarkan serangan udara ke pemukiman warga sipil, rumah sakit, dan masjid. Data menunjukkan lebih dari 80 persen infrastruktur Gaza telah hancur.

“Sementara hampir 2 juta warga Palestina hidup tanpa akses makanan, air bersih, dan layanan kesehatan yang memadai. Blokade yang telah berlangsung selama 17 tahun juga memperburuk kondisi, menjadikan Gaza sebagai “penjara terbesar di dunia”, bebernya.

Ia menilai, dunia internasional gagal memberikan solusi konkret untuk menghentikan genosida yang terjadi pada Palestina.

“Resolusi-resolusi PBB yang mengecam tindakan Israel terus diabaikan. Aksi-aksi protes di berbagai negara hanya menghasilkan tekanan diplomatik yang minim tanpa perubahan signifikan,” ucapnya.

Lewat aksi ini, kata dia, Forum Aksi Muslim Peduli Palestina menegaskan bahwa kaum Muslimin tidak bisa lagi berharap pada institusi-institusi global yang tunduk pada kekuatan negara-negara besar.

Di pihak yang sama, Ustadz Anwar Abdurahman juga mengatakan hal serupa. Forum ini, ucapnya, menyerukan kepada pemimpin-pemimpin Muslim di seluruh dunia untuk mengambil langkah nyata dengan mengirim pasukan militer guna membela saudara-saudara mereka di Palestina.

“Kita tidak membutuhkan kecaman kosong atau sekadar doa tanpa tindakan. Sudah saatnya tentara kaum Muslimin digerakkan untuk membebaskan Al-Aqsa dan melindungi rakyat Palestina,” ucapnya.

Sebagai solusi mendasar, Tokoh Cilegon Ustadz Imam Kamil bilang, Forum Solidaritas Umat Islam Cilegon Untuk Palestina menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menghentikan kezaliman ini adalah dengan berdirinya kembali Khilafah Islamiyyah.

Dengan adanya seorang Khalifah yang memimpin umat Islam secara global, umat akan memiliki kekuatan politik dan militer yang mampu melawan penjajahan zionis Israel dan mendukung perjuangan Palestina secara menyeluruh.

“Muslimin saat ini tercerai-berai, terpecah dalam batas-batas negara yang diciptakan penjajah. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk bersatu dalam satu kesatuan politik. Khalifah adalah pelindung umat. Tanpa itu, kita akan terus menjadi sasaran penjajahan dan kezaliman,” lanjutnya.

Dengan aksi ini, Forum Aksi Peduli Palestina berharap agar pesan kuat kepada umat Islam dan dunia internasional dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju persatuan umat Islam dengan Khilafah sehingga penindasan kaum muslimin di berbagai tempat berakhir.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top