Minggu, 8 September 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Jelang Akhir Tahun 2023, Bea dan Cukai Banten Catat Penerimaan Rp12 T

Budiman

| Rabu, 27 Desember 2023

| 22:18 WIB

Ilustrasi aktivitas Bea dan cukai. Foto: Yuri_Archurs/Istocphoto.com

EKBISBANTEN.COM- Penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Banten hingga November 2023 mencapai Rp12,083 triliun. Angka itu meningkat 3,89 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Dari total penerimaan, Bea Cukai Kanwil Banten merinci Bea Masuk sebesar Rp9,4 triliun, meningkat 0,45 persen dengan kontribusi sebesar 78,22 persen. Hal itu didorong oleh kinerja impor nasional, terutama barang konsumsi dan kebutuhan bahan baku atau penolong kebutuhan industri Raw Sugar. 

Untuk cukai, penerimaan yang didapat sebesar Rp 2,6 triliun, naik 22,13 persen dengan kontribusi 21,73 persen. Hal itu dipengaruhi oleh pertumbuhan industri Rokok Elektrik serta kenaikan tarif cukai hasil tembakau, peningkatan volume produksi minuman mengandung Etil Alkohol, dan juga extra effort kegiatan pengawasan di bidang cukai. 

BACA: Jelang Akhir Tahun 2023, Penerimaan Pajak di Banten Capai 93,74 Persen

BACA:Naik 1,53 Persen, Belanja Negara di Banten Capai Rp23,55 T Hingga Akhir Tahun 2023

Sedangkan untuk Bea Keluar, tercatat sebesar Rp 5,7 miliar, angka tersebut turun sebanyak 92,02 persen dengan kontribusi 0,05 persen. Penyebab turunnya ialah jumlah produksi dan fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan produk turunan pengolahannya. 

“Penerimaan Bea Cukai masih tumbuh positif (YoY), didorong tren positif Bea Masuk dan resiliensinya performa Cukai,” ujar Kabid Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soetta, Indasah dalam konferensi pers APBN KiTA Regional Banten via Zoom, Rabu (27/12/2023). 

Peningkatan penerimaan, katanya, disebabkan oleh Kawasan berikat, Gudang berikat, Pusat Logistik Berikat, dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KB-KITE) atau fasilitas dari Bea Cukai kepada perusahaan-perusahaan untuk memudahkan proses impor. Fasilitas itu telah memberikan kontribusi positif pada ekspor. 

“Realisasi pembebasan bea masuk KB-KITE mencapai Rp492,3 miliar, sedangkan pengembalian bea masuk mencapai Rp51,7 miliar,” ujarnya. 

Selain KB-KITE, penerimaan yang meningkat juga disebabkan oleh  Operasi Gempur yang dilakukan Bea Cukai Banten sejak 19 September 2023.

“Operasi penindakan barang kena cukai ilegal secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini bertujuan menutup celah pasar dari barang kena cukai ilegal, menciptakan lingkungan persaingan yang sehat bagi industri barang kena cukai,” pungkasnya. 

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top