Aksi demonstrasi tersebut diketahui menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk memberikan rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
“Tuntutan buruh meminta kenaikan UMK 13,50 persen,” kata Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel Muhari kepada wartawan.
Muhari menyampaikan, jika mendapat rekomendasi dari Walikota Cilegon untuk kenaikan UMK, massa aksi akan membawa rekomendasi tersebut kepada Gubernur Banten Wahidin Halim.
“Tuntutannya hanya rekomendasi saja, tidak lebih. Kita akan bawa ke Gubernur bareng-bareng dengan buruh. Pemerintah Cilegon akan mengawal sampai ke Gubernur,” ujarnya.
Namun sayang, harapan mereka sepertinya pupus. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Cilegon yang ingin ditemui oleh massa aksi tersebut sedang tidak berada di Cilegon. Melainkan sedang berkunjung ke Manado.
Padahal, menurut Muhari pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Walikota Cilegon jauh sebelum pelaksanaan aksi demonstrasi. Sontak hal tersebut membuat ratusan buruh kecewa.
“Infonya hari ini Walikota Cilegon kunjungan ke Manado, kecewa sebetulnya kami sudah ada janji dengan pemerintahan bahwa hari ini buruh akan turun ke Cilegon,” ucapnya.**
]]>