97 Persen Gardu Listrik Terdampak Banjir di Tangerang Sudah Nyala

13
TERDAMPAK BANJIR: Petugas PLN UID Banten gerak cepat memulihkan gardu listrik yang padam terdampak banjir di Tangerang, Minggu (21/2). (FOTO: DOK. PLN UID BANTEN)

TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menyebut, sampai dengan Minggu (21/2) sore pukul 16.00 WIB, berhasil menyalakan 97 persen gardu listrik yang terdampak banjir di Tangerang.

“Sebanyak 309 dari 318 unit gardu distribusi yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali. Dan juga sebanyak 72.521 pelanggan yang terdampak banjir sudah dinyalakan,” ungkap Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten Muhammad Joharifin dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2).

Ia mengungkapkan saat ini PLN UID Banten telah mempersiapkan 7 posko penanganan recovery listrik, dengan menyiagakan 529 personil, dan 4 perahu karet menyebar di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang terdampak banjir.

PLN akan terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrem terjadi. Sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan melihat kondisi di lokasi banjir. Jika semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik maka siap untuk dinyalakan.

“Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama PLN, sehingga kami memohon pengertiannya untuk para pelanggan PLN bahwa kami sementara harus memadamkan listrik di wilayah yang turut terdampak banjir demi keselamatan pelanggan. Petugas akan terus bersiaga dalam memonitor banjir, setelah surut dan dipastikan aman baru listrik akan dinyalakan,” tambah Joharifin.

Wilayah di Tangerang yang belum menyala diantaranya Kawasan Industri Jatake, Perum Regency dan sekitarnya, Perumahan Golden City Residence dan sekitarnya, Perum Total Persada, Duta Alamanda dan Pinang Griya.

PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut.

“Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile,” tutup Joharifin. (*/ismet)