6 Pemda di Banten Siap Menyambut Digitalisasi Transaksi Tahun 2021

44
Foto: Ilustrasi

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten mencatat sebanyak 6 kabupaten/kota di Banten siap menyongsong digitalisasi transaksi keuangan dan ekonomi di tahun 2021.

Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, berdasarkan data dari Indeks Capaian Elektronifikasi (ICE) pada bulan Mei 2020 6 pemerintahan daerah tersebut sudah terbilang sebagai pemda tahap III atau daerah yang sudah siap melakukan ekspansi. Serta 3 pemerintahan masih pada tahap II atau transformasi.

“Di akhir tahun ini akan dilakukan penilaian ulang ICE kembali untuk seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” kata Erwin kepada awak media dalam agenda konfrensi Pers Laporan Perekonomian Banten bulan November 2020, secara virtual, Kamis (17/12).

Erwin menuturkan, 6 pemda yang dinilai sudah siap menyambut transaksi digitalisasi diantaranya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Kabulaten Lebak, Kota Serang dan Kabupaten Serang.

“Sementara itu 3 pemda yang masih dalam tahap transformasi diantaranya Kota Cilegon, Pemprov Banten dan Kabupaten Pandeglang,” papar Erwin.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi KPw BI Banten Erry P. Suryanto mengatakan, faktor yang menentukan pemda tersebut sudah siap menyambut digitalisasi yakni kesiapan perangkat pemerintah dalam memberikan kebijakan terhadap transaksi baik itu pajak, retribusi maupun penyaluran bantuan.

“Ditambah lagi kesiapan sumber daya manusia (SDM), masyarakat, serta infrastruktur data yang sudah terintegrasi,” imbuh Erry.

Dikatakan Erry, untuk memaksimalkan digitalisasi transaksi keuangan pemda di Banten BI juga tengah mempersiapakan tim Transaksi Pemda dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada tahun 2021 mendatang.

“Dengan adanya transaksi digital dapat meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi daerah karena proses transaksi bisa lebih cepat dan transparan,” jelas Erry.

Senada dengan Erry, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Gerry Ganika mendukung program digitalisasi transaksi pemda dari BI Banten.

“Tahap pencapaian ICE harus disertai dengan ease of use & connectivity atau kemudahan dan konektivitas Teknologi Informasi (TI) ditambah dengann literasi TI bagi masyarakat,” ujar Gerry.

Masih kata Gerry, jika berkaca dari data penggunaan e-commerce awal tahun 2020, Provinsi Banten masih tertinggal dari daerah lain, ini bisa menjadi indikasi kalau tingkat literasi TI di Banten masih rendah.

“Jika ease of use, connectivity dan literasi bisa ditingkatkan, maka tahap ekspansi ICE akan turut meningkat,” pungkas Gerry. (Raden)