Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Provinsi Banten Ahmad Sari kepada Ekbisbanten.com melalui sambungan telepon suleler, Kamis (5/8). “Mau gimana lagi, Kita harus mengikuti kebijakan PPKM ini,” kata Ahmad Sari Alam.
Menurutnya, wabah Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dari PSBB hingga PPKM level 1-4 di tahun 2021. Kebijakan tersebut berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan ke daerah Banten.
“Yang bertahan ya bisa bertahan yang engga bisa ya tutup. Presentasinya itu dari hotel yang tergabung dalam PHRI itu sekitar 50 persen itu tutup,” terang Sari Alam.
Alhasil, kata Sari Alam, keuangan hotel setiap bulannya terus mengalami keterpurukan. Karena, tidak ada pengunjung yang datang. Atas situasi dan kondisi itu dengan berat hati pihak manajemen hotel menutup hotelnya.
Sementara, lanjut Sari Alam, 50 persen sisanya itu memilih bertahan dengan segela risiko yang ada. Kendati demikian, pihak hotel yang saat ini masih bertahan untuk buka mereka hanya bisa mensiasati dengan memangkas biaya operasional. Meskipun pemasukan yang didapat hanya dari sektor penyediaan makanan yang bersifat pesan antar.
“Para manajemen hotel yang saat ini hanya bisa mensiasati dari pesanan makanan yang bersifat take away, itu pun pemasukannya dengan pengeluaran tidak imbang,” ucapnya.
Ada pun wilayah yang banyak perhotelan tutup itu, ungkap dia, diantaranya, wilayah Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang. Terlebih yang bener-bener kritis itu di wilayah Anyer hingga Tanjung Lesung.
“Hotel yang banyak tutup dan mengalami krisis itu wilayah Anyer hingga Tanjung Lesung, karena belum pulih atas musibah tsunami selat sunda sekarang dihantam badai Covid-19. Sementara untuk wilayah Tangerang itu terbilang masih normal,” ujarnya.
Ia berharap, wabah Covid-19 ini cepat berakhir. Selain itu ia pun meminta kepada pemerintah untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakat. Hal itu bisa membertebal imun masyarakat supaya terhindar dari paparan Covid-19. “Kita berharap vaksinasi ini digenjot. Agar warga bisa bebas lagi dalam beraktivitas,” harapnya. (Ocit)
]]>