485 Calhaj Batal Berangkat, KBIHU Al-Inayah Minta Jemaah Bersabar

36
Jamaah haji dan umrah Inayah Haromain saat di Tanah Suci Mekah Arab Saudi. (Dok. Foto Inayah Haromain)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Sebanyak 485 calon jemaah haji (calhaj) dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Inayah Kota Cilegon dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah. Hal ini menyusul adanya keputusan Menag Yaqut Qolil Choumas yang membatalkan proses pemberangkatan ibadah haji tahun 2021 karena pandemi virus corona (Covid-19).

“Dari jamaah sudah menerima keputusan apapun dari pemerintah terkait pembatalan pemberangkatan jemaah haji. Kalau tahun lalu jemaah agak kaget, tapi tahun ini kami dari awal sudah kami sampaikan apapun yang terjadi nanti diterima saja,” kata Sekretaris KBIHU Al-Inayah Kota Cilegon Rahmatullah Rusdi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (4/5).

Ia menjelaskan, 485 calhaj yang gagal berangkat ke Tanah Suci tahun 2021 merupakan calon jamaah yang sudah melunasi biaya ongkos naik haji (ONH) di tahun 2020.

“Jadi semua yang 485 calhaj itu semuanya sudah melunasi (biaya) yang tahun lalu dan harusnya berangkat tahun ini. Walaupun memang ada beberapa yang sudah meninggal dunia,” katanya.

Walaupun keputusan itu pahit lanjut Rahmat, pihaknya tetap mendukung kebijakan yang diambil Menag Yaqut Qolil Choumas.

BACA JUGA : Pemerintah Tiadakan Jemaah Haji 2021

“Iya mendukung saja karena posisinya kita sebagai mitra pemerintah, mungkin ini yang terbaik untuk keselamatan warga Indonesia. Jadi keputusan ini sangat tepat sekali meskipun pemerintah Arab Saudi belum menyampaiakan keputusan. Tetapi pemerintah Indonesia melalui Komisi VIII dan Kemenag sudah benar-benar cepat tanggap dan tidak menunggu-nunggu yang tidak pasti,” katanya.

Untuk itu Rahmat berharap, seluruh jemaah yang belum berangkat haji pada tahun 2021 tetap bersabar dan berdoa agar pandemi segera hilang.

“Kami harapkan kepada seluruh calon jamaah yang akan berangkat harap bersabar, karena ini hanya soal waktu saja. Kita harus bersabar sampai pandemi ini benar-benar hilang dari peredaran kita dan Insya Allah sesegara mungkin kita akan kembali untuk aktivitas seperti biasa melaksanakan ibadah haji dan umrah,” katanya.

“Mudah-mudahan tahun depan kita berharap kepada Allah SWT agar benar-benar menghilangkan korona ini dari Indonesia dan seluruh dunia agar kita kembali ke semula dan melaksanakan ibadah haji tanpa ada hambatan apapun, tanpabatasan, dan tanpa ada potongan kuota jamaah agar kita semuanya bisa berangkat dengan rido Allah SWT. Karena haji adalah panggilan Allah SWT, jadi otomatis meskipun korona tidak ada pun kalau Allah belum mengizinkan kita tidak bisa datang ke sana. Jadi kita semuanya atas izin Allah SWT,” terang Rahmat.

BACA JUGA: Jumat Besok, Istana Taman Cadas di Kota Cilegon Kembali Dibuka, Ini Tarif Tiketnya

Diberitakan sebelumnya, Menag Yaqut Qolil Choumas mengatakan, di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang malanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, Pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” tegas Menag dalam telekonferensi dengan media di Jakarta, Kamis (3/6/2021). (ismet)