480 Peserta Ikut Seleksi P3K Guru di Pandeglang

49

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Sebanyak 480 peserta mengikuti tes seksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2021 tahap kedua pada Selasa-Jumat (7-10/12/2021) di SMA Negeri 2 Kabupaten Pandeglang.
“Iya di Sekolah kami sedang berjalan tes seleksi P3K yang jumlahnya sekitar 480 peserta dan saya selaku penanggung jawab tempat ujian PPPK saja,” ungkap Kepala SMAN 2 Pandeglang Dade Supriatna, Jumat (10/12).

Dade melanjutkan, terkait peserta ujian, pihaknya sudah menyiapkan jadwal pelaksanaan sebanyak 2 kali tahapan setiap hari pada tiap sesinya.

“Setiap satu sesinya terdiri dari 60 orang peserta, dan kami berikan tiga ruang lab komputer untuk peserta, sedangkan satu labnya hanya 20 orang,” terang Dade
Selain itu, lanjut Dade, pihaknya diberikan dua kategori pengawas ruangan untuk peserta P3K tersebut.

“Yang pertama itu pengawas dari sekolah yang kita usulkan yang di SK kan oleh Provinsi. Dan untuk pengawas utama dari LPMP yang langsung ditugaskan oleh Kementrian,” ujarnya.

Disisi lain katanya, karena pelaksanaan P3K ini dilaksanakan di sekolah SMAN 2 Pandeglang, pihaknya memastikan tidak akan mengganggu aktivitas proses belajar para siswa.

“Pelaksanaan tes seleksi P3K tidak mengganggu siswa, karena secara kebetulan, siswa baru saja selesai Ujian, dan sekarang ini masih penyelesaian perbaikan nilai yang kurang dengan remedial. Untuk yang dipilih hanya 2 sekolah, SMA 2 Pandeglang dan SMAN 4 Pandeglang,” jelasnya.

Ia berharap, dengan dibukanya peran PPPK ini bisa menjadi status peluang bagi mereka yang masih berstatus pekerja honorer (kontrak) tersebut.

“Mudah-mudahan bisa menjawab keresahan para pekerja honorer selama ini yang terkatuk-katuk nasibnya, dengan dibuka peran P3K paling tidak ini harapan mereka kan, untuk keluar dari status pegawai (kontrak-red) P3K. Tapi paling tidak mereka ada jaminan tidak honorer lagi, tetapi jika mereka sudah terikat dengan (Surat Keputusan) SK PPPK ya artinya mereka sudah merasa tenang gitu,” harapnya.

Adapun terkait pengumuman SK tersebut, pihaknya belum mengetahui kapan akan diberikan, tetapi posisi tersebut sudah mempunyai nilai masing-masing. Karena, pengelolaan hasil itu langsung muncul secara otomatis saat sesudah melaksanakan seleksi setiap sesinya.

“Jadi setiap sesi, jika peserta klik selesai pekerjaan pengisiannya itu akan muncul hasil, tapi dari hasil pengumuman itu akan diolah lagi dengan unsur-unsur lain, seperti usia lebih dari 35 tahun lebih, jika ada sudah sertifikasi ya otomatis nilainya akan nambah,” pungkasnya.**