33 Ribu Warga Kota Cilegon Belum Terjamin Program Kesehatan

29
Dinkes Kota Cilegon
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari. Foto: Maulana/Ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Sebanyak 33 ribu warga Kota Cilegon belum memiliki asuransi kesehatan, sehingga bila menderita sakit harus menggunakan biaya pribadi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Ratih Purnamasari.

“Iya sekitar 33 ribu yang belum mempunyai jaminan kesehatan ketika kita menargetkan 98 persen Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta,” kata Ratih Purnamasari usai acara penyerahan hadiah lomba Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (EKTP) dan Tenaga Kesehatan Teladan di Aula Setda, Rabu (12/1/2022).

Ratih menjelaskan, penyebab puluhan ribu jiwa masyarakat Kota Cilegon itu belum memiliki jaminan kesehatan karena miskin sehingga tidak mampu mendaftar asuransi kesehatan.

“Salah satunya lagi mungkin dia kaya, mampu tapi dia belum menjaminkan dirinya ke jaminan kesehatan, itu dua aja sebabnya. Jadi mungkin yang kaya dia belum menjaminkan dirinya dan keluarganya,” ujarnya.

Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus berupaya memberikan fasilitas kesehatan kepada masyarakat Kota Cilegon dengan menambahkan anggaran di anggaran perubahan.

“Kemudian di tahun 2022 kita ditambah lagi Rp 7 miliar, jadi sudah sekitar Rp 19 miliar untuk masyarakat,” ucapnya.

Namun karena anggaran pemerintah terbatas, saat ini Pemkot Cilegon tengah mencari pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam memberikan fasilitas kesehatan untuk masyarakat.

“Kita minta partisipasi kepada perusahaan. Beberapa dari mereka menyambut baik, ini akan terus kami lakukan dari Dinkes untuk cita-citanya Pak Walikota dan kita juga bahwa semua masyarakat punya jaminan kesehatan dan untuk membayar iuran masyarakat miskin tidak mampu terutama yang belum punya jaminan. Karena masih banyak ditemukan yang seperti itu,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kota Cilegon tengah berupaya meningkatkan capaian cakupan kesehatan semesta atau UHC yang semula 90,54 persen menjadi 98 persen di tahun 2022.***