312.975 Warga Banten Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Nilainya Tembus Rp228,5 Miliar

234
Foto: Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehehatan Kantor Wilayah Banten Kalimantan Barat dan Lampung (Bakalbalam) menyebut, sebanyak 312.975 peserta BPJS Kesehatan di Banten pada tahun 2020 menunggak iuran sebesar Rp228,5 miliar lebih.

Deputi Direksi Wilayah Bakalbalam Doni Hendrawan mengatakan, dari angka tersebut peserta kelas III menyumbang tunggakan paling tinggi sebesar 72 persen, kelas II sebesar 18 persen dan kelas I sebsar 10 persen.

“Kalau jumlah penunggaknya ada 312.975 orang untuk lima wilayah yang kita naungi diantaranya, Lebak, Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Serang dan Kota Serang,” kata Doni belum lama ini, Kamis (7/1).

Untuk meminimalisir jumlah tunggakan tersebut BPJS Kesehatan melakukan beberapa strategi diantaranya melakukan penagihan melalui tele collecting.

“Penagihan ini dilakukan melalui telepon, selain itu layanan ini juga bisa memberikan informasi, dan tempat untuk bertanya. Ada 200 hingga 300 telepon dalam sehari dan cukup efektif meminimalkan tunggakan,” imbuh Doni.

Masih kata Doni, strategi lainnya yang dilakukan oleh BPJS yaitu memberikan auto dabet sistem atau peserta PBPU menyantumkan rekening bank.

“Untuk strategi ini kami bekerjasama dengan pihak perbankan,” katanya.

Selain itu program relaksasi iuran juga menjadi salah satu cara untuk memberikan kesadaran kepada peserta yang menunggak

“Lewat program ini peserta bisa mencicil tunggakan hingga bulan Desember tahun 2021. Namun program ini sudah berakhir masa berlakunya, tapi kita akan berinovasi terus mendorong peserta untuk membayar,” pungkas Doni. (Raden)