2.000 Petani Rumput Laut dan Nelayan di Kabupaten Serang Tagih Kompensasi kepada Pertamina

166
Foto: Nelayan di Kecamatan Pontang (Istimewa)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Sebanyak 2.000 nelayan dan petani rumput laut di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang terdampak tumpahan minyak Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menagih kompensasi yang dijanjikan pihak Pertamina.

Salah satu pengusaha rumput laut dari Desa Lontar Jajuli mengaku, akibat insiden tumpahan minyak Pertamina di perairan laut Karawang pada 12 Juli 2019 lalu tersebut, dirinya merugi sebesar Rp300 juta.

“Sampai sekarang belum ada informasi pencairan kompensasi dari Pertamina melalui Dinas Kelautan dan Ketahan Pangan (DKPP) Kabuaten Serang,” kata Jajuli kepada Ekbisbanten.com, Kamis (7/1).

Dikatakan Jajuli, pada bulan November 2020 lalu, Pertamina melalui pemerintah Kabupaten Serang mengajak seluruh petani untuk melakukan uji petik guna memvalidasi data penerima kompensasi.

“Karena Pertamina itu perusahaan pemerintah jadi harus bertanggung jawab atas kerugian ini,” tegas Jajuli.

Sebagai informasi dalam uji petik yang dilakukan pada bulan November 2020, Pertamina mengundang 14 kepala desa untuk dilakulan pendataan kepada warganya.

Ditempat berbeda, nelayan lain yang juga terkena dampak musibah ini Serani menyebut, Pertamina harus memberikan ganti rugi karena banyak dari nelayan lain juga mengalami kerugian.

“Kalau saya cuma rugi rumput laut katoni, tapi temen-temen ada yang rugi tambak Bandeng juga,” kata Serani.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo menyebut, untuk besaran kompensasi yang akan diberikan masih belum disebutkan oleh Pertamina. Namu ia meyakini di tahun 2021 ini kompensasi bisa dicairkan.

“Insyaallah tahun ini cair, hanya waktunya belum bisa ditentukan. Untuk nelayan yang terdampak ada sekitar 2000 orang baik itu pembudidaya maupun pelaku pariwisata,” pungkas Suhardjo.

Terkait ribuan nelayan dan petani rumput laut di Kabupaten Serang yang belum mendapat Kompensasi dari pihak Pertamina, Ekbisbanten.com masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum memberikan email balasan terkait kejelasan kompensasi tersebut. (Raden)

.