183.873 Merchant di Banten Beralih Gunakan QRIS

108
QRIS : Jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Banten meningkat selepas agenda pekan QRIS Nasional.

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten merilis sebanyak 206.040 merchant telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jumlah ini meningkat 12,06 persen dibanding Maret lalu yang tercatat 183.873 merchant.

“Jumlah pengguna QRIS di Banten menempati urutan ke 5 secara nasional,” ujar Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto, Selasa (5/5).

Erry menjelaskan, peningkatan ini akan terus didorong guna memfasilitasi kelancaran pembayaran masyarakat Provinsi Banten dalam masa pandemi Covid-19.

“Penggunaan QRIS di Banten, mengalami peningkatan relatif pesat setelah pelaksanaan Pekan QRIS Nasional bulan Maret lalu, bukan hanya untuk keperluan berbelanja atau bertransaksi, namun QRIS juga telah digunakan untuk menerima donasi, zakat, infaq, sodaqoh atau persembahan di tempat ibadah seperti Masjid dan Gereja, Rumah Sakit, serta yayasan kemanusian,” katanya.

Saat ini kata Erry terdapat sembilan masjid dan gereja serta Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa Provinsi Banten (LAZ HARFA) telah menggunakan QRIS sebagai salah satu pilihan kanal pembayaran dalam rangka menerima dana dari masyarakat lebih cepat, aman dan efisien.

“Masih banyak masjid, gereja, rumah sakit dan berbagai badan/lembaga amal serta pedagang di Provinsi Banten yang saat ini dalam proses pengajuan pendaftaran QRIS. Disamping itu, penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi atau penerimaan pemda terus dikoordinasikan dengan Pemda dan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP),” teang Erry.

Erry mengaku, BI terus berupaya mendorong penyerapan penggunaan QRIS sejak awal 2020, melalui edukasi dan sosialisasi ke millenials, merchant, rumah ibadah, pesantren serta mendorong penggunaan QRIS sebagai bagian dari eletronifikasi transaksi pemerintah daerah.

“Secara Nasional, saat ini telah terdaftar lebih dari 3 juta merchant yang menggunakan QRIS. Jumlah ini meningkat 15 persen sebelum adanya pekan QRIS Nasional bulan maret lalu yang tercatat 2,9 juta merchant,” katanya.
Erry menambahkan, untuk mempermudah merchant melakukan pendaftaran logo QRIS, Bank Indonesia menyiapkan laman di website BI yang memuat seluruh form pendaftaran PJSP Bank maupun non bank sehingga para merchant dapat memilih mendaftar melalui PJSP yang diinginkan.

“Para merchant dapat mengakses https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/informasi-perizinan/PJSP-Berizin-QRIS/Contents/Default.aspx, untuk memperoleh form pendaftaran dimaksud,” ujar Erry.

Sementara itu, Direktur LAZ HARFA, Indah Prihanande mengungkapkan, dengan adanya penggunaan logo QRIS, makin mempermudah masyarakat memberikan donasi dan tidak perlu bingung apapun dompet elektroniknya.

“Pengumpulan donasi untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 juga lebih cepat terkumpul dan lebih cepat tersalurkan,” imbubnya

Secara terpisah, District Manager Link Aja Jakarta (Jabodetabek), Yudi Tri Hatmojo mengharapkan, Provinsi Banten menjadi semakin terdigitalisasi dengan pembayaran via QR Code agar memperlancar sistem pembayaran dan mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif serta memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Banten.

“Bank Indonesia bersyukur penggunaan QRIS di Provinsi Banten terus meningkat semenjak dilauching awal tahun ini. Harapan ke depan, penggunaan QRIS terus meningkat, dalam rangka memberi kemudahan bagi masyarakat serta memberi manfaat terbesar untuk mendorong ekonomi di Banten pada masa pandemi Covid-19, dimana kita harus social distancing namun kebutuhan transaksi tetap perlu dilakukan,” tutup Yudi. (Raden)