100 Warga Baduy Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

78

Rangkasbitung – Sebanyak 100 warga Suku Baduy Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, penenun dan pedagang madu, terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Lebak.

Hal itu terungkap pada saat Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz yang didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Banten Eko Nugriyanto dan Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Didin Haryono beserta jajarannya menggelar kunjungan kerja dan acara sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Suku Baduy, Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Sabtu (13/7).

“Kami dari BPJS Ketenagakerjaan mempunyai kewajiban memberikan perlindungan khususnya, kepada para pekerja. Baik perlindungan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan alhamdulilah sebanyak 100 pekerja Suku Baduy dalam dan luar sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz di Kantor Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

Naufal menjelaskan, maksud tujuan kedatangannya guna mensosialisasikan program empat BPJS Ketenagakerjaan, yang merupakan program pemerintah dalam memberikan jaminan kepada pekerja termasuk kepada warga Suku Baduy.

“Ini (menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan) kewajiban kami. Karena tugas kita mengedukasi guna memberikan informasi manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Naufal melanjutkan, selain sosialisasi dan kunjungan kerja, kedatangan rombongan BPJS Ketenagakerjaan ke Baduy, juga untuk belajar terkait adat istiadat kehidupan warga Suku Baduy dalam dan luar.

“Harus banyak mengambil pelajaran di sini karena bagian dari Indonesia. Kita bersyukur bisa melakukan kunjungan kesini (Baduy) dan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi wisata yang ketradisiannya tidak hilang,” katanya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Eko Nugriyanto menuturkan, Suku Baduy menjadi sasaran sosialisasi karena banyak terdapat pekerja informal yang belum terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak sekali warga Suku Baduy bekerja di ladang yang rentan kecelakaan kerja. Makanya kami edukasi juga, agar terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Sebelum dengan masyarakat Baduy kita juga sudah lakukan kerjasama dengan pondok pesantren,” katanya.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Didin Haryono menjelaskan, setiap pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan pengobatan dan perawatan kepada peserta sampai sembuh total.

“Manfaat jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, apabila mengalami kecelakaan kerja, maka biaya pengobatan dan perawatan
ditanggung BPJS Ketenagakerjan,” katanya.

Selain pengobatan dan perawatan, selama di rumah sakit peserta juga akan mendapatkan santunan yang dibayarkan setiap bulan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Setiap bulannya mulai dari Rp 500- Rp 1 juta. Kemudian kalau meninggal, ahli waris dapat santunan Rp 48 juta, biaya pemakaman Rp 3 juta, terima uang bulanan Rp 200 ribu selama dua tahun dan santunan pendidikan anak Rp 12 juta,” katanya.

Masih kata Didin, santunan tersebut dapat diterima ahli waris apabila keluarganya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Adapun besaran iuran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 16.800 perbulan.

“Dengan iuran itu peserta mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Karena tugas BPJS ketenagakerjaan melindungi masyarakat Baduy dalam dan luar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa atau Jaro Kanekes Saija menuturkan, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih karena warganya sudah terlindunhi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mendukung sekali program BPJS Ketenagakerjaan karena orang Baduy semuanya bekerja, berladang, ngambil odeng, tanam padi, dan nenun. Saat ini sudah 100 orang daftar BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Saija mengungkapkan, alasan dirinya beserta warga lainnya daftar BPJS Ketenagakerjaan karena memberikan manfaat. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sama halnya dengan menabung.

“Apalagi daftar BPJS Ketenagakerjaan juga tidak kontra diktif dengan aturan adat. Puun mengijinkan karena ini bermanfaat,” katanya. (fikram)